Logo Header Antaranews Jogja

Pengembangan ekonomi digital perlu diimbangi keamanan siber yang kuat

Kamis, 4 Juni 2026 19:45 WIB
Image Print
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat memberikan sambutannya di acara peluncuran Wolvesight di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (ANTARA/Fitra Ashari)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pengembangan ekonomi berbasis digital harus dibarengi dengan keamanan siber yang kokoh untuk keberlangsungan usaha para pegiat ekraf.

"Keamanan siber bukan lagi sekedar komponen teknis, ia adalah fondasi kepercayaan yang menopang seluruh aktivitas ekonomi digital, perlindungan data, integritas platform, perlindungan kekayaan intelektual dan keberlangsungan usaha para kegiatan ekraf,” kata Riefky dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan, masa depan ekonomi kreatif bergantung kepada penciptaan teknologi yang membangun produk dan menghasilkan inovasi yang mampu bersaing di pasar internasional. Presiden telah mengamanatkan dalam World Government Summit 2025 visi setiap warga Indonesia mulai dari pulau terpencil hingga jantung kota Jakarta harus memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital.

Saat ini berdasarkan data dari IMD World Digital Competitiveness Ranking 2025, Indonesia masih berada di peringkat 51 dari 69 negara dengan skor 56,76. Indonesia memiliki target untuk mencapai 20 besar pada tahun 2045.

Menekraf Riefky melihat untuk mencapai target tersebut, terdapat tiga prasyarat yang harus dipenuh, yaitu pengembangan super platform yang andal dan aman, percepatan transformasi digital di seluruh lapisan ekosistem dan produksi talenta digital berkualitas yang berdaya saing global.

Berdasarkan Global Cyber Security Index atau GCI, Indonesia masih berada di peringkat 24 dari 194 negara. Sementara pada National Cyber Security Index (NCSI) menempatkan Indonesia di peringkat ke-84 dari 160 negara dengan skor 47,5.

Inovasi keamanan siber berbasis AI menjadi bukti transformasi digital yang lahir dari pengalaman, kompetensi, dan kreativitas anak bangsa yang memahami kebutuhan pasar sekaligus tantangan keamanan digital yang dihadapi berbagai sektor industri.

Dengan menggabungkan kecanggihan AI dan keahlian keamanan siber untuk menghadirkan proses penetration testing yang lebih cepat, lebih adaptif, dan lebih efektif dalam mengidentifikasi kerentanan sistem digital.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pengembangan ekonomi digital perlu diimbangi keamanan siber yang kuat



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026