Logo Header Antaranews Jogja

MPR mendorong kolaborasi dan upaya nyata cegah anak putus sekolah

Kamis, 4 Juni 2026 21:10 WIB
Image Print
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. ANTARA/HO-MPR RI

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan upaya nyata dalam mengatasi angka anak putus sekolah di tengah dampak gejolak ekonomi global.

"Dampak gejolak ekonomi global berpotensi memperlemah daya beli keluarga dan mengancam akses anak terhadap pendidikan. Upaya untuk mengantisipasi potensi peningkatan angka putus sekolah harus segera dilakukan," kata dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, Rabu (3/6), menegaskan komitmen pemerintah dalam menuntaskan masalah anak tidak sekolah (ATS) melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2026 (PP ATS), dengan menargetkan penyelesaian permasalahan 645 ribu ATS hingga 2045.

Berdasarkan data Kemendikdasmen per 1 April 2026, jumlah ATS di Indonesia mencapai 3.966.858 anak. Rinciannya, 1.913.633 anak belum pernah bersekolah, 986.755 anak putus sekolah, dan 1.066.470 anak lulus tetapi tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

Data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) juga mencatat sekitar 76 persen anak tidak bersekolah disebabkan oleh faktor ekonomi. Kondisi tersebut harus segera direspon dengan langkah segera dengan membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat, dengan memanfaatkan data terkini yang akurat.

Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, mengapresiasi langkah Pemerintah menyediakan layanan pendidikan mulai dari sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh (PJJ), serta pendidikan inklusif berbasis masyarakat yang bertujuan mempermudah akses belajar bagi generasi penerus bangsa.

"Kolaborasi lintas sektor agar anak-anak yang tidak sekolah benar-benar dapat mengenyam pendidikan harus mampu diwujudkan," ujarnya.

Anggota Komisi X DPR RI itu mengajak para pemangku kepentingan, dinas pendidikan hingga kepala desa, mewujudkan kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat dengan langkah-langkah yang akuntabel dan tepat sasaran.

"Sekarang, saatnya kita bergerak bersama, memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari layanan pendidikan," tutur Rerie.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: MPR dorong kolaborasi dan upaya nyata cegah anak putus sekolah



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026