
Dukung arahan Presiden Prabowo, Yayasan Bijjana Paksi Sitengsu terapkan teknologi Simetris kualitas pangan MBG berkelas dunia

Yogyakarta (ANTARA) - Teknologi Simetris yang dikembangkan Yayasan Bijjana Paksi Sitengsu terus mendukung upaya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam menciptakan standar tata kelola pangan yang aman, transparan, dan berkualitas global. Penerapan teknologi Simetris sebagai sebuah sistem operasional dapur MBG berbasis IT diproyeksikan untuk memenuhi standar gizi ketat yang ditetapkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO).
Dalam upaya itu, Yayasan Biijana Paksi Sitengsu melakukan langkah terobosan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui integrasi teknologi Simetris dengan ekosistem lokal Lumbung Mataraman. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk menghadirkan kualitas makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga memenuhi standar ketat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Food and Agriculture Organization (FAO).
Pendiri Yayasan Bijjana Paksi Sitengsu Kartika Megawardhani menegaskan langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya keamanan pangan bagi generasi penerus bangsa.
Dalam pernyataan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan setiap makanan yang dikonsumsi siswa memenuhi kriteria kesehatan yang ketat.
"Presiden meninjau dapur gizi di Jakarta untuk menjamin kebersihan makanan bagi siswa. Langkah ini dilakukan guna mencegah risiko keracunan pangan seperti yang diperingatkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia bagi anak-anak," kata Kartika.
Inovasi ini, kata Kartika, juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meninjau langsung kesiapan dapur gizi di Jakarta. Presiden menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh memastikan kebersihan dan keamanan makanan bagi siswa guna mencegah risiko keracunan pangan, sejalan dengan peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait standar nutrisi anak. Penggunaan aplikasi Simetris menjadi kunci dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas central kitchen.
"Simetris dilaksanakan dan diterapkan di Gunungkidul dan Tangerang. Kita pihak Yayasan Biijana Paksi Sitengsu menunggu dari pihak BGN melakukan proses persetjuan operasional dan yayasan terus melakukan persiapan-persiapan dan evaluasi sistem Simetris. Dengan Simetris, seluruh ekosistem dari hulu ke hilir terpantau transparan, mulai dari asupan gizi hingga manajemen limbah makanan," ujar Kartika.
Sinergi ini semakin kuat dengan pelibatan komunitas Lumbung Mataraman, Petani Punk, dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Kolaborasi ini menjadikan dapur MBG sebagai melting pot ketahanan pangan yang tidak hanya menyerap produk lokal Gunungkidul secara terukur, tetapi juga menjamin kualitas bahan baku yang segar dan sehat.
Inisiatif ini bukan sekadar pemenuhan porsi makan siang anak sekolah. Lebih jauh, sinergi ini menjadi instrumen strategis dalam mengantisipasi stunting secara komprehensif, dengan cakupan manfaat yang meluas hingga ke pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan menyusui.
Pemilihan Gunungkidul sebagai lokasi pilot project menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa sinergi antara teknologi digital dan kearifan lokal mampu menghasilkan standar layanan pangan berkelas dunia.
"Dengan integrasi teknologi Simetris dan dukungan penuh komunitas lokal, kami optimistis program MBG akan bertransformasi menjadi sistem pangan digital yang modern, berkelanjutan, dan mampu memenuhi standar keamanan pangan global FAO," tutur Kartika.
Langkah ini ditandai dengan implementasi aplikasi Simetris, sebuah platform digital yang dirancang untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, dan standar kualitas tinggi dalam operasional dapur pusat (central kitchen).
Kartika menjelaskan bahwa pilot project di Gunungkidul ini bertujuan menyinkronkan seluruh proses produksi makanan secara real-time.
"Uji coba ini bukan sekadar soal teknologi, tapi bagaimana kita memastikan keberlanjutan program MBG. Dengan Simetris, seluruh ekosistem dari hulu ke hilir bisa terpantau secara transparan," ujar Kartika.
Sementara itu, Tim Ahli IT Yayasan, Gilbert Inkiriwang menambahkan bahwa sistem ini mengadopsi standar operasional yang presisi. Setiap tahapan, mulai dari resep ahli gizi hingga proses memasak yang dikontrol digital timer, dipastikan memenuhi kriteria nutrisi internasional.
"Keunggulan Simetris terletak pada monitoring gizi yang akurat, logistik real-time untuk menjaga kesegaran makanan, hingga transparansi anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan," jelas Gilbert Inkiriwang
Gilbert Inkiriwang menambahkan bahwa saat ini tim telah melakukan uji petik (command center). Sistem ini mengintegrasikan seluruh tahapan, mulai dari pembuatan resep dan meal plan oleh ahli gizi, pemesanan ke supplier, hingga penggunaan digital timer saat proses memasak.
"Bahkan saat tahapan packing, setiap porsi makanan dapat dilacak sistem. Begitu juga kurir yang membuat laporan perjalanan melalui aplikasi. Yayasan yang mengelola dapur akan sangat terbantu dalam memantau seluruh proses operasional," kata Gilbert Inkiriwang
Beberapa keunggulan utama aplikasi Simetris meliputi:
- Monitoring Gizi: Memastikan menu memenuhi standar kalori dan nutrisi siswa.
- Logistik Real-Time: Melacak armada agar makanan sampai dalam kondisi hangat dan segar.
- Manajemen Stok: Presisi inventori untuk menekan food waste.
- Transparansi Anggaran: Pencatatan biaya produksi yang akuntabel.
Implementasi teknologi ini juga mengintegrasikan rantai pasok lokal. Yayasan Biijana Paksi Sitengsu bersinergi dengan Lumbung Mataram, Petani Punk, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk membentuk melting pot ketahanan pangan.
Bagi Yayasan Biijana Paksi Sitengsu, program ini tidak hanya menyerap hasil panen petani dan peternak lokal secara terukur untuk kebutuhan MBG anak sekolah, namun juga memiliki misi sosial yang lebih luas. "Sinergi ini menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi stunting secara komprehensif, sekaligus memberikan dukungan nutrisi bagi ibu hamil dan menyusui," kata Kartika
Gunungkidul dipilih sebagai lokasi pilot project karena karakteristik wilayah yang menantang namun memiliki potensi sumber daya lokal yang besar. Kesuksesan di wilayah ini diharapkan menjadi prototipe yang dapat direplikasi secara nasional.
"Dengan integrasi teknologi Simetris, kami optimistis bahwa program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi bantuan sosial, tetapi juga transformasi sistem pangan berbasis digital yang berkelanjutan dan standar dunia," tutur Kartika.
Pewarta : SP
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
