Logo Header Antaranews Jogja

Bupati Gunungkidul kunjungi korban dugaan kekerasan oleh ibu kandung

Sabtu, 6 Juni 2026 16:49 WIB
Image Print
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih (kiri) tengah bermain dengan anak korban dugaan kekerasan oleh ibu kandungnya sendiri saat berkunjung di rumah keluarga korban di Patuk, Gunungkidul, Jumat (5/6/2026). ANTARA/HO-Pemkab Gunungkidul

Yogyakarta (ANTARA) - Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengunjungi seorang balita korban dugaan kekerasan anak oleh ibu kandungnya sendiri yang terjadi beberapa waktu yang lalui di sebuah rumah di Pleret, Bantul.

Endah Subekti Kuntariningsih, di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan anak yang menjadi korban kekerasan oleh ibunya sendiri itu kini tinggal bersama keluarganya di Patuk, Gunungkidul.

"Saat ini anak berada di rumah neneknya, kami telah memastikan korban berada dalam kondisi aman dan mendapatkan perlindungan penuh," kata Endah.

Jajaran Pemkab Gunungkidul, kata dia, telah meninjau langsung kondisi korban di rumah neneknya pada Jumat (5/4) bersama dengan jajaran TNI dan Polri Kapanewon Patuk.

"Meninjau langsung kondisi psikologis dan kesehatan anak setelah mengalami insiden penelantaran oleh ibu kandungnya," kata Endah.

Ia memastikan bahwa anak saat ini dalam keadaan sehat, tampak gembira, dan sudah merasa nyaman tinggal bersama nenek dari keluarga ayahnya yang memang warga asli Gunungkidul.

"Terkait latar belakang keluarga, diketahui ayah dari anak tersebut merupakan warga Patuk, Gunungkidul, sementara sang ibu berasal dari Tulang Bawang, Lampung," katanya.

Endah menegaskan Pemkab Gunungkidul siap memberikan perlindungan menyeluruh kepada semua korban kekerasan, terutama perempuan dan anak.

Salah satu upaya perlindungan tersebut melalui penyediaan rumah aman bagi korban kekerasan.

"Kami juga menyiapkan safety house bagi para korban kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Endah.

Ia meminta masyarakat agar ikut mengawasi lingkungan sekitar dan memastikan tidak ada lagi anak yang terlantar atau mengalami tindak kekerasan.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026