
Pemkot wujudkan ramah lingkungan melalui transportasi rendah emisi

Yogyakarta, DIY (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berkomitmen mewujudkan daerah perkotaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan melalui penyediaan sarana transportasi rendah emisi.
"Upaya mendorong transportasi rendah emisi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bagian dari kebutuhan dan arah pembangunan Yogyakarta di masa depan," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di sela "Flag Off Parade Kendaraan Nir Emisi dan Bazar UMKM Jogja Bersinar" di Yogyakarta, Sabtu.
Puluhan kendaraan nir emisi berbasis listrik seperti becak listrik dan mobil listrik dilepas untuk berparade melewati ruas-ruas jalan strategis di Yogyakarta, seperti Jalan Timoho, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, Jalan Senopati, dan Jalan Kusuma Negara.
Wali Kota mengatakan parade kendaraan nir emisi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial atau pameran kendaraan listrik.
"Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa masa depan kota sangat ditentukan oleh pilihan yang diambil saat ini," katanya.
Menurut dia, upaya tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui udara lebih bersih, ruang kota nyaman, serta sistem transportasi lebih ramah lingkungan.
Hasto mengatakan keberadaan becak listrik untuk mengganti becak motor secara bertahap di Yogyakarta menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya.
Sebab, lanjutnya, selain lebih ramah lingkungan, becak listrik juga memungkinkan transportasi tradisional khas Yogyakarta tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
"Namun, transformasi menuju transportasi rendah emisi tidak hanya tentang kendaraan dan teknologi. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat menjadi bagian dari perubahan tersebut," katanya.
Karena itu, menurut dia, seluruh proses transformasi menuju transportasi rendah emisi harus dilakukan secara bertahap, kolaboratif, serta memperhatikan aspek sosial dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.
"Kita tidak ingin perubahan ini justru menimbulkan kesenjangan baru. Sebaliknya, kita ingin memastikan bahwa transformasi menuju kota yang lebih hijau juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
