
Pemkab Gunungkidul evaluasi pelaksanaan wisata selama libur panjang

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) memberikan beberapa catatan evaluasi sektor pariwisata dalam pelaksanaan periode libur panjang Idul Adha hingga Hari Lahir Pancasila yang baru berakhir.
"Ada beberapa keluhan memang, kaitannya dengan akses jalan dan lahan parkir yang menjadi perbincangan hangat para wisatawan," kata Sekretaris Disparekrafpora Gunungkidul Eko Nur Cahyo di Yogyakarta, Sabtu.
Ketika kunjungan membludak, lanjutnya, akses jalan khususnya di sekitar deretan Pantai Gunungkidul cukup padat.
Selain itu, kantong parkir di beberapa lokasi wisata favorit juga penuh dan potensi masalah pungutan liar (pungli) yang perlu diantisipasi.
"Kalau terkait dengan isu yang kaitannya dengan pungli ini sudah beberapa kali kita sikapi," kata Eko.
Menurut dia, khusus kasus pungli, Pemkab Gunungkidul telah membentuk tim yang dulu bernama Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saberpungli).
"Kalau dari dinas kami hanya melakukan monitoring dan evaluasi," katanya.
Pengawasan tersebut meliputi pemantauan berbagai macam permasalahan yang dirasakan wisatawan khususnya ketika mereka berada di destinasi wisata, termasuk proses pemungutan retribusi.
"Nanti kami dari tim yang akan menindaklanjuti apabila ditemukan masalah," kata Eko.
Eko mengatakan belum mendapat laporan resmi terkait adanya kasus harga tidak wajar (nuthuk) saat libur panjang pekan lalu, timnya juga belum menemukan adanya video yang beredar di media sosial terkait keluhan tersebut.
"Kami senantiasa memberikan edukasi kepada para pelaku wisata agar melaksanakan kegiatan wirausaha wisata itu dengan jujur, transparan, dan pelayanan yang baik kepada pengunjung," kata Eko.
Dengan begitu, lanjutnya, pengunjung akan puas dan bisa kembali lagi untuk berwisata di Gunungkidul, bahkan mereka akan mengajak teman maupun saudara mereka untuk berkunjung.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
