Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Kulon Progo menggelar "Event Hiburan Seru" dorong ekonomi lokal

Sabtu, 6 Juni 2026 20:04 WIB
Image Print
Pelaku UMKM menjajakan produk pada r"Event Hiburan Seru" di Alun-Alun Wates, Sabtu (6/6 (ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo)

Ku (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar "Event Hiburan Seru" di Alun-Alun Wates, Sabtu, sebagai upaya strategis untuk menggerakkan sektor pariwisata, olahraga, seni budaya, serta memperkuat ekonomi pelaku UMKM lokal.

Kegiatan kolaboratif yang berlangsung dari pagi hingga malam hari ini menyajikan rangkaian agenda mulai dari senam sehat massal, riding wisata, hingga festival musik yang menyedot antusiasme masyarakat.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan di Kulon Progo, Sabtu, memberikan apresiasi atas keterlibatan sektor swasta dalam menyukseskan gelaran itu. Ia berharap kolaborasi tersebut menjadi pintu pembuka bagi penyelenggaraan acara-acara berskala besar lainnya di masa depan.

"Kehadiran sponsor membuka peluang lebih luas untuk menghadirkan kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kami berharap sektor pariwisata dan olahraga semakin bergairah, sehingga mampu memicu pertumbuhan UMKM dan menarik wisatawan ke Kulon Progo," kata Agung.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menyebut kegiatan ini sebagai pesta rakyat yang dirancang untuk mengintegrasikan hiburan dengan pemberdayaan ekonomi.

"Tujuan utama kami adalah memberdayakan dan membahagiakan masyarakat. Kami ingin UMKM semakin menggeliat melalui perputaran ekonomi yang terjadi selama pesta rakyat ini," kata Ambar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Sutarman, menjelaskan bahwa pihaknya turut melibatkan sekitar 30 UMKM unggulan serta pelaku usaha lokal di sekitar Alun-Alun Wates untuk menjajakan produk mereka.

Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah riding wisata yang melintasi kawasan Perbukitan Menoreh. Sutarman menilai, kegiatan tersebut menjadi sarana promosi yang efektif bagi potensi wisata daerah, terutama karena diikuti oleh peserta dari luar wilayah Kulon Progo.

"Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kunjungan wisata dan mendorong pendapatan daerah. Dampak jangka panjangnya, kita ingin ekonomi masyarakat terus bergerak, yang pada akhirnya membantu upaya pengurangan kemiskinan dan pengangguran di Kulon Progo," kata Sutarman.

Gelaran itu menjadi bukti sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan ruang kreatif yang produktif.

Selain memberikan ruang bagi komunitas dan pelaku seni untuk tampil, acara itu juga menjadi momentum kebangkitan kembali berbagai ajang publik yang diharapkan dapat memperkuat posisi Kulon Progo sebagai destinasi wisata unggulan di DIY.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026