Logo Header Antaranews Jogja

Yogyakarta kembangkan kampung wisata sebagai daya tarik pariwisata

Minggu, 7 Juni 2026 05:15 WIB
Image Print
Pengendara melintas di kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus mengembangkan kampung wisata di daerah ini sebagai destinasi berbasis komunitas sebagai bagian upaya meningkatkan daya tarik pada sektor pariwisata.

"Kampung wisata menjual potensi yang dimiliki masing-masing kampung. Ini sangat menarik dan terus kita kembangkan," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan pada talkshow "Kemajuan Seni dan Budaya Jogja Celebration: Culture and Local Experience" di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, kampung wisata dinilai mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda karena menawarkan kekhasan budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

"Bahkan beberapa kampung wisata di Kota Yogyakarta sudah dikenal secara nasional karena memiliki atraksi budaya yang unik dan otentik," katanya.

Menurut dia, kampung wisata sejalan dengan kondisi Yogyakarta yang memiliki beragam potensi budaya yang dapat terus dikembangkan, mulai dari karawitan, wayang orang, seni tradisi, hingga berbagai aktivitas budaya yang melibatkan masyarakat.

Dia mengatakan, terlebih tren wisata saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada kunjungan destinasi, tetapi juga pengalaman.

Baca juga: Kemenpar nilai AI bangun pengalaman wisata berbasis data

Baca juga: Pemkab Gunungkidul evaluasi pelaksanaan wisata selama libur panjang

Oleh karena itu, berbagai inovasi seperti wisata tematik, jelajah kawasan heritage, pengalaman menjadi bagian dari budaya lokal, hingga kegiatan berbasis wisata budaya menjadi peluang besar untuk terus dikembangkan.

Wawan mengatakan, kemajuan pariwisata Yogyakarta tidak dapat dibangun oleh pemerintah semata, melainkan butuh sinergi seluruh pihak, mulai dari pelaku usaha, komunitas seni, akademisi, hingga masyarakat.

"Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, harus ada dukungan dari sektor swasta, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, pariwisata Yogyakarta akan semakin komprehensif dan memiliki daya saing yang kuat," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, meskipun Kota Yogyakarta memiliki wilayah relatif kecil, sekitar 32,5 kilometer persegi, kota ini memiliki kekuatan besar pada kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, serta suasana yang aman dan nyaman bagi wisatawan.

"Yang ingin terus kami bangun adalah kenyamanan dan rasa aman bagi siapapun yang datang ke Yogyakarta. Ditambah dengan identitas budaya yang kuat, kearifan lokal yang terjaga, dan ruang kolaborasi yang terbuka bagi semua pihak," katanya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026