Logo Header Antaranews Jogja

Pemkot Yogyakarta inisiasi bedah rumah 30 unit per bulan tanpa APBD

Minggu, 7 Juni 2026 17:17 WIB
Image Print
Program Bedah Rumah dalam rangka HUT Ke-79 Kota Yogyakarta mendapat dukungan dari perguruan tinggi dan swasta. ANTARA/Sutarmi

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta menginisiasi gerakan gotong royong bedah rumah sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-79 Kota Yogyakarta, sebanyak 30 rumah tidak layak huni direnovasi dalam waktu satu bulan melalui kolaborasi lintas sektor tanpa membebani APBD maupun APBN.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Minggu, mengatakan gerakan ini merupakan bukti nyata keterlibatan masyarakat dan pihak swasta dalam mendukung kesejahteraan warga yang membutuhkan.

Dari total 30 unit rumah, 22 rumah di antaranya merupakan hasil sumbangan gotong royong yang terkumpul hanya dalam waktu sepekan.

"Kami menggerakkan semangat gotong royong ini sebagai wujud syukur. Hasilnya luar biasa, 22 rumah dari partisipasi masyarakat dan pengusaha, ditambah jatah rutin 8 rumah, sehingga total 30 rumah selesai dalam sebulan tanpa dana pemerintah pusat atau daerah," kata Hasto usai Penyerahan Program CSR Bedah Rumah dalam rangka HUT Ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta di Ngampilan.

Ia mengatakan pemilihan program bedah rumah didasarkan pada urgensi kemanusiaan. Banyak warga di wilayahnya yang menghuni rumah dalam kondisi sangat tidak layak, yang dinilai tidak memberikan rasa aman dan kesehatan bagi penghuninya.

"Orang-orang yang rumahnya tidak layak itu tidak merasakan hidup yang merdeka. Ada rumah yang kondisinya bahkan lebih sehat jika penghuninya tinggal di luar daripada di dalam rumah. Oleh karena itu, bedah rumah menjadi prioritas," katanya.

Menariknya, renovasi rumah tersebut juga mengintegrasikan aspek lingkungan melalui pemanfaatan sampah daur ulang. Sebagian material bangunan, seperti atap dan dinding, dibuat menggunakan teknologi "eco-brick" dari olahan limbah plastik, saset kopi, dan tutup botol.

"Kami ingin memberi optimisme bahwa sampah bisa jadi berkah. Ini adalah rumah perdana yang kami bangun dengan material olahan sampah yang dicetak menjadi bentuk genteng dan dinding, bekerja sama dengan pihak swasta dan ke depan akan didukung riset dari UGM," kata Hasto.

Hasto berharap, perayaan hari jadi pemerintah daerah tidak diisi dengan kegiatan seremonial yang bersifat hura-hura, melainkan dialihkan menjadi aksi sosial yang memberikan dampak permanen bagi masyarakat.

Meski target awal 30 rumah telah tercapai, Hasto menegaskan pihaknya masih membuka pintu bagi pihak yang ingin berkontribusi. Pemerintah Kota Yogyakarta sendiri memiliki data setidaknya 200 rumah yang membutuhkan perbaikan.

"Kami masih membuka kesempatan bagi pihak yang ingin membantu. Penanggung jawabnya adalah ketua panitia di masing-masing wilayah. Ini bagian penting untuk mengorkestra gotong royong agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga," kata Hasto.

Penerima manfaat program bedah rumah di Ngampilan Emeliana. mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Yogyakarta yang telah memperbaiki rumahnya. Sebelum dibedah, atap rumahnya hampir roboh dan bocor saat hujan deras.

"Terima kasih Pak Hasto dan Pemkot Yogyakarta sudah peduli kepada warga seperti kami," kata Emeliana dengan berkaca-kaca.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026