Logo Header Antaranews Jogja

PM Malaysia akan temui PM Jepang rumuskan arah baru kerja sama

Minggu, 7 Juni 2026 18:15 WIB
Image Print
Arsip Foto - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Malaysia Valiollah Mohammadi, di Malaysia, Selasa (7/4/2026). ANTARA/HO-Kantor Perdana Menteri Malaysia/am.

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim akan berkunjung ke Jepang untuk menemui Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi guna meninjau sekaligus merumuskan arah baru kerja sama kedua negara.

Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam pernyataan di Kuala Lumpur, Minggu, menyampaikan PM Anwar Ibrahim akan melakukan kunjungan resmi ke Tokyo, Jepang, pada 8 hingga 10 Juni 2026.

PM Anwar akan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Mohamad Hasan, Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Johari Abdul Ghani, Menteri Pembangunan Kewirausahaan dan Koperasi Steven Sim Chee Keong, serta para pejabat senior pemerintah.

PM Anwar akan disambut dengan upacara penyambutan resmi, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bilateral bersama PM Jepang Sanae Takaichi.

"Pertemuan ini akan menjadi kesempatan penting bagi kedua pemimpin untuk meninjau kemajuan hubungan bilateral serta merumuskan arah baru kerja sama di masa depan, setelah hubungan Malaysia–Jepang ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership/CSP) pada Desember 2023," demikian pernyataan Kemlu Malaysia.

Bidang-bidang utama yang diperkirakan akan dibahas meliputi teknologi hijau, ketahanan dan transisi energi, kerja sama lingkungan hidup, pertahanan dan keamanan kawasan, serta kerja sama pendidikan tinggi.

Kedua pemimpin juga akan bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama.

Anwar Ibrahim juga dijadwalkan menyampaikan kuliah khusus di Tokyo University serta pidato utama pada Nikkei Forum ke-31 bertema Future of Asia, sebagai wujud komitmen Malaysia dalam mempererat hubungan dan mendorong dialog dengan Jepang serta kawasan yang lebih luas.

Menyadari peran Jepang yang telah lama menjadi salah satu sumber utama investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) dan mitra ekonomi penting, PM Anwar juga akan berpartisipasi dalam sesi meja bundar bisnis bersama para pemimpin industri Jepang guna menjajaki peluang investasi bernilai tinggi yang baru di Malaysia.

Kemlu Malaysia menyampaikan Jepang terus menjadi salah satu mitra ekonomi terpenting Malaysia, dan sejak 2024 menempati posisi sebagai mitra dagang terbesar kelima Malaysia di tingkat global.

Pada tahun 2025, total perdagangan bilateral mencapai 142,96 miliar ringgit (33,39 miliar dolar AS).

Hingga Desember 2025, sebanyak 2.872 proyek manufaktur dengan partisipasi Jepang telah direalisasikan di Malaysia, dengan total investasi mencapai 107,9 miliar dolar (31 miliar dolar AS). Proyek-proyek tersebut telah menciptakan 347.346 peluang kerja.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026