Logo Header Antaranews Jogja

Bupati Gunungkidul: Perempuan harus lawan budaya mager demi kesehatan

Senin, 8 Juni 2026 17:26 WIB
Image Print
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih. ANTARA/HO-Humas Pemkab Gunungkidul

Yogyakarta (ANTARA) - Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengajak seluruh perempuan di Gunungkidul untuk melawan budaya mager (males gerak) dan membiasakan diri dengan olahraga untuk menjaga kebugaran dan kesehatan badan maupun jiwa.

"Bangun tidur sekarang banyak yang langsung memegang HP dan scrolling TikTok hingga berjam-jam," kata Bupati Endah di Yogyakarta, Senin

Menurutnya, kebiasaan bermain gawai dengan porsi waktu yang berlebihan mulai menjadi budaya yang perlu diwaspadai.

Biasanya, lanjut dia, orang yang bermain gawai lupa waktu dan olahraga karena hanya rebahan atau bermalas-malasan di tempat tidur atau kursi.

"Kita harus mengembalikan budaya hidup sehat, karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, mens sana in corpore sano," ucap Bupati Endah.

Bupati Gunungkidul itu juga telah mengukuhkan dan melantik Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Indonesia (Perwosi) tingkat Kapanewon se-Kabupaten Gunungkidul masa bakti 2026-2030 di Kompleks Pemkab Gunungkidul, Minggu (7/6).

Agenda tersebut, lanjut Endah, merupakan salah satu upaya untuk mendorong perempuan hidup sehat.

Baca juga: Disparekraf: Wellness-Sport tourism potensial dikembangkan di Gunungkidul

Baca juga: Pemkab Gunungkidul evaluasi pelaksanaan wisata selama libur panjang

"Melalui Perwosi, kita tidak hanya mendorong perempuan untuk hidup sehat, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya keluarga yang sehat, masyarakat yang kuat, dan generasi yang berkualitas," kata Endah.

Menurutnya, Perwosi dapat menjadi wadah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Gunungkidul, khususnya perempuan yang memiliki peran strategis dalam membangun bangsa.

"Pemikiran Bung Karno dalam buku Sarinah, persoalan perempuan adalah persoalan masyarakat dan negara yang sangat penting," ucap Bupati Endah.

Ia berharap Perwosi dapat menyesuaikan perkembangan zaman dan tantangan modernitas.

Setidaknya, kata Endah, pengurus Perwosi bisa aktif mengampanyekan budaya gerak badan guna memerangi kecenderungan mager.

"Seluruh penewu Gunungkidul dapat memberikan dukungan penuh terhadap program-program Perwosi di wilayah masing-masing," kata Bupati Endah Subekti Kuntariningsih.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026