Logo Header Antaranews Jogja

Program kewirausahaan Zurich jangkau 10.000 siswa

Senin, 8 Juni 2026 18:31 WIB
Image Print
Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation, dan Prestasi Junior Indonesia mencatat capaian positif pada tahun pertama fase kedua Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) dengan menjangkau 10.000 siswa SMA dan SMK di tujuh kota. ANTARA/Ist

Yogyakarta (ANTARA) - Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation, dan Prestasi Junior Indonesia mencatat capaian positif pada tahun pertama fase kedua Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) dengan menjangkau 10.000 siswa SMA dan SMK di tujuh kota atau melampaui target sebesar 164 persen, serta melahirkan 35 bisnis pelajar beromzet kolektif Rp339 juta.

Program yang dilaksanakan sejak Juli 2025 ini mengintegrasikan kewirausahaan, literasi keuangan, dan kesiapan kerja melalui pembelajaran berbasis pengalaman praktis mulai dari pengembangan ide usaha, pengelolaan bisnis di sekolah, manajemen keuangan, hingga pengenalan dinamika dunia kerja yang relevan dengan kebutuhan saat ini.

Country Manager Zurich Indonesia dan Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Edhi Tjahja Negara menyatakan program ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan praktis untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan membaca peluang, serta pengambilan keputusan finansial yang lebih baik untuk masa depan.

Dalam prosesnya, para siswa diajak mengenali peluang usaha, menyusun rencana bisnis, dan mengelola usaha mikro, sekaligus mengasah kemampuan kerja sama tim, berpikir kritis, pemecahan masalah, literasi keuangan seperti penganggaran, investasi, dan risiko, hingga paparan dunia profesional bersama sukarelawan Zurich.

Head of Enabling Social Equity Z Zurich Foundation Adriana Poglia menambahkan capaian pada tahun pertama fase ini membuktikan dampak positif program dapat diperluas secara nyata melalui kolaborasi lintas sektor antara sekolah, pendidik, swasta, pemerintah, dan masyarakat sipil.

"Ketika sekolah, pendidik, sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat sipil bekerja bersama, semakin banyak generasi muda mendapatkan akses terhadap pembelajaran yang relevan dan peluang untuk membangun masa depan mereka," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia Utami Anita Herawati menilai implementasi program ini menjadi sinyal kuat pembelajaran berbasis pengalaman makin diminati sekolah karena guru melihat siswa lebih terlibat aktif ketika belajar melalui praktik langsung secara konsisten.

"Kami melihat guru secara aktif memperluas implementasi program karena siswa menjadi lebih terlibat ketika belajar melalui praktik langsung—mulai dari membangun usaha, mengelola keuangan, hingga memahami dunia kerja," katanya.

Sebagai langkah keberlanjutan, fase kedua Zurich Entrepreneurship Program ini direncanakan terus diperluas hingga tahun 2028 guna menjangkau lebih banyak siswa, memperkuat kapasitas guru, serta meningkatkan keterlibatan sukarelawan dalam mencetak generasi muda yang terampil dan siap menghadapi perubahan.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026