Logo Header Antaranews Jogja

Data 510 ribu pasien dan staf RS di Hokkaido diduga bocor

Selasa, 9 Juni 2026 06:55 WIB
Image Print
Arsip foto - Bendera Jepang berkibar di depan Gedung Parlemen di Tokyo, Jepang. Anadolu Agency/pri.

Tokyo (ANTARA) - Dua rumah sakit di Hokkaido, pulau paling utara di Jepang, menyatakan sekitar informasi terkait 186.000 pasien telah terkonfirmasi berada dalam hard disk yang dijual secara daring.

Jumlah orang yang berpotensi terdampak kebocoran data tersebut diperkirakan mencapai 510.000 orang.

Sejumlah cakram keras tersebut berisi data pasien dan staf rumah sakit, menurut Hokkaido Medical Center dan Hokkaido Cancer Center.

Belum ada laporan mengenai penggunaan data secara ilegal maupun terkait kerusakan sekunder.

Dua rumah sakit di Kota Sapporo itu, yang merupakan bagian dari jaringan Organisasi Rumah Sakit Nasional, telah memiliki kontrak kerja sama dengan Reprowork Co., sebuah perusahaan pengelola limbah di Kota Ishikari, untuk membuang cakram-cakram tersebut.

Baca juga: KSP mengingatkan pentingnya kesadaran perlindungan data pribadi

Baca juga: KSP ajak masyarakat tingkatkan kesadaran lindungi data pribadi

Namun, kedua RS itu menyatakan bahwa Reprowork Co. kemungkinan telah menyerahkannya kepada perusahaan daur ulang tanpa memastikan bahwa cakram tersebut telah dimusnahkan.

Organisasi RS Nasional Jepang, yang menurut situs webnya mengelola 140 rumah sakit di seluruh negeri, telah membuat laporan pidana ke kepolisian terhadap perusahaan pengelola limbah tersebut pada Senin.

Organisasi RS Nasional Jepang menerima informasi antara bulan Juni dan Agustus 2025 lalu dari dua orang yang telah membeli hard disk tersebut dalam sebuah lelang, di mana pembeli itu mengatakan bahwa hard disk itu berisi data yang tampaknya milik pusat-pusat kesehatan tersebut.

Dari 90 hard disk serupa, yang disita oleh pusat-pusat kesehatan tersebut, 33 di antaranya berisi informasi mencakup nama pasien, tanggal lahir, dan riwayat medis.

Sumber: Kyodo




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Data 510 ribu pasien dan staf RS di Hokkaido Jepang diduga bocor



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026