
Survei: Makin sedikit warga AS percaya "American Dream"

Washington (ANTARA) - Sebuah jajak pendapat oleh The Associated Press dan NORC Center for Public Affairs Research menunjukkan warga Amerika Serikat kini semakin kurang percaya diri terhadap keistimewaan negaranya dan kemampuan untuk mewujudkan etos yang disebut "American Dream".
Hasil jajak pendapat yang dirilis pada Senin itu menunjukkan sekitar 30 persen responden warga Amerika percaya ada negara-negara yang lebih baik daripada Amerika Serikat. Angka tersebut naik 19 persen dari responden yang berpandangan demikian dalam survei pada Juni 2016.
Kemudian, 44 persen responden menganggap AS sebagai salah satu negara hebat di dunia bersama dengan beberapa negara lain, di mana survei satu dekade lalu menunjukkan anggapan itu dilontarkan oleh 55 persen responden.
Sekitar separuh dari responden menyatakan bahwa prinsip "American Dream", di mana kerja keras merupakan jalan yang pasti menuju kesuksesan, kini tidak lagi berlaku.
Baca juga: Uji coba: Jerman tutup persiapan Piala Dunia dengan kemenangan 2-1 atas AS
Baca juga: Korut: Pasokan senjata AS ke Korsel, Taiwan picu ketegangan kawasan
Sebanyak 34 persen warga Amerika percaya bahwa prinsip itu pernah dapat diwujudkan dan 15 persen berpendapat prinsip tersebut memang tidak pernah berhasil, demikian hasil survei tersebut.
Masih dalam survei serupa, hanya 22 persen responden berusia di bawah 30 tahun yang meyakini "American Dream" masih bisa diraih, dibandingkan dengan 46 persen warga Amerika berusia di atas 60 tahun.
Survei tersebut menunjukkan banyak responden mengaitkan hal itu dengan tingginya biaya hidup, harga perumahan, dan kesulitan dalam berkarier di Amerika.
Survei tersebut dilakukan secara daring dan melalui telepon pada 16-20 April terhadap 2.596 orang dewasa Amerika, dengan margin of error sebesar 2,6 persen.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Survei: Separuh warga AS tak lagi percaya akan "American Dream"
Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
