Logo Header Antaranews Jogja

BBPPMT Yogyakarta gelar pelatihan literasi digital dan bisnis ekspor

Selasa, 9 Juni 2026 16:41 WIB
Image Print
BBPPMT Yogyakarta bersama Bank Mandiri menyelenggarakan pelatihan literasi digital dan bisnis ekspor pada Senin (8/6/2026). ANTARA/Ist

Yogyakarta (ANTARA) - Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta bersama Bank Mandiri menyelenggarakan pelatihan literasi digital dan bisnis ekspor pada Senin (8/6/2026).

Pelatihan bertajuk “Bijak Bermedia Sosial dan Pengenalan Bisnis Ekspor” dan diikuti oleh seluruh pegawai BBPPMT Yogyakarta serta para peserta Peningkatan Kapasitas Transmigran Penggerak Angkatan III dan IV Tahun 2026 ini, digelar untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar lebih adaptif dan berdaya saing di era digital.

Kepala BBPPMT Yogyakarta Tunggak Santosa menyatakan pelatihan ini penting agar para peserta mampu memanfaatkan media sosial sebagai kanal strategis komunikasi publik secara bijak dan produktif.

"Melalui kegiatan pengembangan kompetensi ini, kami berharap setiap pegawai bisa berinovasi dan memiliki bekal wawasan yang luas agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Di era transformasi, hal ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban, melainkan investasi jangka panjang," ujar Tunggak.

Materi literasi digital disampaikan oleh Revaival, seorang putra transmigran asal Kalimantan Utara sekaligus konten kreator kanal YouTube Asian Survivor yang memiliki ratusan ribu pengikut.

Selain digitalisasi, para peserta juga dibekali pemahaman mendalam mengenai tahapan bisnis ekspor, mulai dari penentuan komoditas unggulan hingga pengenalan lembaga keuangan terkait.

Sesi materi ekspor tersebut menghadirkan praktisi eksportir kerajinan tangan dari CV Pondok Daun Bantul, Slamet Prihadi Sudarsono, sebagai narasumber utama.

BBPPMT Yogyakarta berkomitmen untuk terus menjadikan program pelatihan ini sebagai agenda rutin demi mencetak agen perubahan yang berdampak positif bagi institusi dan masyarakat.

"Langkah ini diharapkan dapat mencetak agent of change (agen perubahan) yang dapat memberi dampak positif bagi kemajuan institusi dan meningkatkan kepuasan masyarakat," harapnya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026