Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Bantul siap perbanyak mesin pengolah sampah plastik jadi solar

Selasa, 9 Juni 2026 17:18 WIB
Image Print
Salah satu pengelola Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah Kapanewon Imogiri tengah mengolah sampah plastik menjadi BBM jenis solar (Pertasol) di Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Selasa (9/6). (ANTARA/Agung Dwi Prakoso)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyatakan kesiapannya untuk memperbanyak mesin pirolisis yang dapat mengolah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif jenis solar karena berpotensi membantu menyelesaikan masalah sampah plastik di wilayah Bantul.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih melihat adanya potensi positif jangka panjang dari pengadaan satu mesin pirolisis yang telah diserahkan ke Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah Kapanewon Imogiri, Bantul.

Ia kemudian berencana untuk memperbanyak mesin pirolisis agar bisa dimanfaatkan oleh beberapa KSM yang ada di wilayah Bantul.

"Ini kan baru demplot (demonstrasi plot) di KSM Pilah Berkah di Imogiri ini, nanti insya Allah akan kita kembangkan di KSM-KSM yang lain," kata Halim.

Pemetaan akan mulai dilakukan di setiap KSM yang berada di wilayah Bantul untuk melihat kesiapan serta komitmennya sebelum diberi fasilitas mesin pengolah sampah plastik menjadi Petasol tersebut.

"Mesinnya itu kan seharga kurang lebih Rp150 juta, jadi nanti pastilah ini akan kita kembangkan mana KSM yang siap dan yang komitmen," katanya.

Selain itu, Halim mengatakan saat ini dirinya tengah berkoordinasi dengan BRIN untuk membuat regulasi terkait penggunaan Petasol di beberapa kendaraan dinas di Bantul.

"Memang ini ada regulasi yang mesti dibuat, BRIN meminta nanti dibuat satu regulasi berupa Perbup (peraturan bupati) yang menaungi keabsahan penggunaan Petasol, ini masih perlu kita konsultasikan," katanya.

Pengelola KSM Pilah Berkah Imogiri Arif Solikhin menyambut baik adanya hibah mesin pirolisis sebagai bagian dari teknologi tepat guna untuk mengatasi masalah sampah di daerahnya.

"Harapannya ini bisa menjadi percontohan yang baik," kata Arif.

Ia menyadari bahwa masalah sampah tidak akan pernah terselesaikan manakala pemerintah tidak mendampingi masyarakat secara intens, terutama terkait budaya memilah sampah.

Dari KSM yang ia garap, dirinya memberikan jaminan semua sampah bisa terserap, terlebih dengan adanya mesin pirolisis.

"Dengan catatan sampah anorganik, karena sampah organiknya dikelola di setiap rumah tangga melalui program pengelolaan sampah melalui biopori," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026