Logo Header Antaranews Jogja

Orang tua korban daycare Yogyakarta luapkan kemarahan kepada 13 pelaku

Selasa, 9 Juni 2026 17:20 WIB
Image Print
Ismanto, salah satu orang tua korban kekerasan anak Daycare Little Aresha Yogyakarta saat menyaksikan proses rekonstruksi tindak pidana tersebut. Selasa (9/6/2026). ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Para orang tua korban kasus kekerasan anak yang terjadi di Daycare Little Aresha, Kelurahan Sorosutan, Kota Yogyakarta, meluapkan kemarahan kepada 13 orang tersangka saat proses rekonstruksi tindak pidana kekerasan anak tersebut, Selasa.

Luapan kemarahan diekspresikan para orang tua anak dengan meneriaki, mencaci maki bahkan gestur memukul kepada para tersangka ketika dihadirkan dalam proses rekonstruksi pidana kekerasan di tempat pengasuhan anak Yogyakarta, Selasa.

"Ya tentunya sebagai orang tua, kita semua jengkel. Anak-anak kami yang dititipkan harapannya bisa dididik, diasuh dengan baik di sini, tetapi diperlakukan seperti itu," kata Ismanto, salah satu orang tua korban daycare, di lokasi rekonstruksi.

Sebagai orang tua yang selama beberapa tahun memercayakan anaknya diasuh di daycare tersebut, anak-anak mereka justru mendapat perlakuan yang tidak manusiawi sehingga sudah sewajarnya keluarga geram terhadap para pelaku.

"Karena kenyataannya apa yang anak kami dapatkan adalah perilaku yang tidak seharusnya. Ini melanggar kemanusiaan," katanya.

Dengan demikian, kata dia, teriakan dan caci maki tersebut sebagai bentuk respons para orang tua terhadap para pelaku yang seolah-olah rasa kemanusiaannya sudah mati dan tidak mempunyai perasaan.

"Itu mungkin bagian dari respons, mereka itu seolah-olah kemanusiaannya sudah mati. Jadi, kita merasa ya ini memang wajib diteriaki karena beberapa orang tua berteriak karena merasa tidak nyaman melihat mereka," katanya.

Terlebih, apabila mengingat perlakuan para tersangka terhadap anak anak mereka seperti diikat, ditelantarkan saat dititipkan di daycare tersebut.

"Siapa yang kuat sebagai orang tua ketika melihat anak kita sendiri diikat-ikat, apalagi anak saya selama tiga tahun tentunya kan proses yang cukup panjang tidak hanya sehari dua hari, tapi proses pemulihan cukup lama ya, dan sampai hari ini pun anak kami masih dalam proses pemulihan," katanya.

Untuk itu, para orang tua korban daycare mengharapkan para tersangka yang kini sudah ada 13 orang dijatuhi hukuman setimpal dengan perbuatan yang selama ini telah mereka lakukan di Daycare Little Aresha.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Orang tua korban daycare Yogyakarta luapkan kemarahan kepada 13 pelaku



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026