
DIY kuatkan kolaborasi dengan akademisi tentukan arah pembangunan

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menguatkan kolaborasi dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi guna menentukan arah pembangunan di tengah keterbatasan lahan provinsi ini.
"Investasi menjadi salah satu parameter pertumbuhan ekonomi. Namun dengan keterbatasan lahan di DIY, Pemda butuh dukungan dan kolaborasi bersama akademisi," kata Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti pada Talkshow dan Konsinyering Manajemen Data dan Praktik Tata Kelola Untuk Perlindungan Lahan Pertanian di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, melalui penelitian-penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, harapannya dapat menjadi masukan bagi kebijakan penggerak percepatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.
Dia mengatakan, sebab penelitian membantu memahami persoalan, bahkan melalui penelitian semua pihak diajak melihat persoalan secara lebih utuh, menguji berbagai asumsi, serta membaca perubahan dengan lebih jernih.
"Nilai penting penelitian bukan semata-mata pada kemampuannya memberikan jawaban, tetapi pada kemampuannya membantu kita mengajukan pertanyaan yang tepat terhadap persoalan yang sedang dihadapi," katanya.
Menurut Sekda DIY, forum ini bukan hanya menjadi ruang membagikan hasil penelitian, tetapi juga untuk mempertemukan berbagai perspektif, pengalaman, dan pengetahuan yang dimiliki oleh para pemangku kepentingan.
"Saya berharap forum ini dapat memperkuat hubungan antara dunia akademik, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak. Bahkan, gagasan yang berkembang dalam forum ini dapat memperkaya pemahaman kita terhadap berbagai tantangan pembangunan," katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, pembangunan yang baik juga ditentukan oleh kemampuan memahami kenyataan secara jernih, serta kesediaan untuk membangun langkah bersama berdasarkan pemahaman tersebut.
"Di dalam rencana pembangunan terdapat berbagai cita-cita yang ingin diwujudkan. Namun kenyataan tidak selalu bergerak sesuai harapan kita. Berbagai persoalan hadir dengan tingkat kompleksitas yang tinggi, hingga tujuan untuk mencapai masa depan yang lebih baik menjadi terkendala," katanya.
Dia mengatakan, perubahan sosial, perkembangan ekonomi, tantangan lingkungan, maupun dinamika tata kelola, sering kali saling berkaitan dan tidak dapat dipahami secara parsial. Untuk itu perlu data sebagai dasar perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan rencana pembangunan.
"Dengan data kita bisa mengetahui lebih jauh kondisi riil. Dalam hal tata kelola perlindungan lahan pertanian, bagaimana kita ke depan mampu memiliki tata kelola pertanian yang berkelanjutan meski luasan lahan pertanian di DIY semakin berkurang dengan adanya alih fungsi lahan," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
