Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Gunungkidul memenuhi kebutuhan air bersih di 16 kapanewon

Selasa, 9 Juni 2026 19:32 WIB
Image Print
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat memberikan arahan kepada karyawan PDAM Tirta Handayani dalam agenda pembinaan pegawai, di Yogyakarta, Selasa (9/6). (ANTARA/HO-Pemkab Gunungkidul)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul telah memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di 16 kapanewon (kecamatan) melalui sambungan rumah (SR) yang dipasang oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani sesuai dengan pendataan terakhir pada bulan Juni tahun ini.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat strategis bagi pembangunan daerah dan kualitas hidup masyarakat, sehingga karyawan PDAM Tirta Handayani menjadi garda terdepan dalam penyediaan air di Gunungkidul.

"Melalui program 'Geni Sekong Gunung' kami mendorong peningkatan pendidikan bagi karyawan yang masih berlatar belakang SD/SMP agar memiliki daya saing dan keahlian yang lebih baik," kata Endah dalam agenda pembinaan pegawai PDAM Tirta Handayani, di Yogyakarta, Selasa.

Ia juga memberikan instruksi kepada seluruh pegawai PDAM Tirta Handayani agar melakukan riset penggunaan energi terbarukan seperti solar cell untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban listrik.

"Mengatasi persoalan dengan inovasi energi," katanya.

Selain itu, Endah akan melayangkan surat kepada lembaga perbankan dan pihak swasta kaitannya dengan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan berupa bantuan sumur bor supaya dikoordinasikan dengan PDAM untuk menjaga sinkronisasi sistem penyediaan air minum daerah, sehingga dapat memuaskan masyarakat Gunungkidul.

"Keberhasilan PDAM tidak hanya diukur dari angka keuangan, melainkan tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat yang dilayani," kata Endah.

Pelaksana Tugas Pengurus PDAM Tirta Handayani Supriyanto mengatakan perusahaan yang ia pimpin memiliki 62.528 SR yang melayani sekitar 24,17 persen populasi di 16 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul hingga bulan Juni tahun ini.

"Infrastruktur pipa yang dimiliki mencapai panjang total ratusan ribu meter, mencakup pipa transmisi dan distribusi yang menjangkau pemukiman warga," kata Supriyanto.

Menurutnya, PDAM Tirta Handayani mengandalkan tujuh unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan 95 buah pompa serta berbagai titik booster untuk mendorong air ke wilayah elevasi tinggi.

Ia mengaku tantangan geografis yang membutuhkan penggunaan energi besar untuk memompa air dari sungai bawah tanah ke pelanggan di perbukitan masih menjadi tantangan.

"Saat ini PDAM tengah fokus pada peningkatan kapasitas produksi untuk mengantisipasi fenomena El Niño dan musim kemarau panjang guna memastikan ketersediaan air bagi masyarakat tetap terjaga," jelasnya.

Ia juga menyebut total pegawai PDAM Tirta Handayani ada sebanyak 279 karyawan, terdiri dari pegawai tetap, honorer, tenaga harian lepas (THL), hingga tenaga outsourcing.

Menurutnya, terdapat empat cabang utama PDAM Tirta Handayani, yakni Wonosari mengampu unit Wonosari, Semanu, Ngelipar, dan Gedangsari.

"Cabang Seropan mengampu unit Semanu, Ponjong, Karangmojo, dan Semin," kata Supriyanto.

Cabang Bribin, lanjut dia, mengampu unit Tepus, Rongkop, dan Girisuko serta cabang Baron mengampu unit Tanjungsari, Saptosari, Paliyan, dan Panggang.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026