Logo Header Antaranews Jogja

Sunflower Angel hadirkan perpaduan seni-romantisme di Candi Prambanan

Selasa, 9 Juni 2026 20:59 WIB
Image Print
Pengunjung di destinasi wisata Candi Prambanan antusias menyaksikan dan berfoto di instalasi seni kontemporer "Sunflower Angel". ANTARA/HO-IDM

Yogyakarta (ANTARA) - Hadirnya instalasi seni "Sunflower Angel" di kawasan destinasi wisata Candi Prambanan di perbatasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah memikat perhatian ribuan pengunjung.

"Sunflower Angel di Candi Prambanan adalah sebuah karya personal yang menginterpretasikan perubahan hidup melalui tiga makhluk yang berarti bagi pribadi, yaitu, bunga matahari, burung makau dan Sekar (pasangannya)," kata perancang seni instalasi "Sunflower Angel" Arrofi Ramadhan di Candi Prambanan, Selasa.

Menurut dia, "Sunflower Angel" lahir terinspirasi dari tiga sosok yang memiliki makna mendalam untuknya, yaitu bunga matahari, burung makau dan Annisa Sekar P sebagai pasangannya.

"Karya ini menggambarkan kebahagiaan, keceriaan, kesabaran dan takdir, penemuan jati diri serta perubahan hidup yang signifikan ketika berdamai dengan diri sendiri dan semesta," katanya.

Ia mengatakan karya "Sunflower Angel" sebagai simbol perjalanan cinta, harapan, serta mimpi yang dibangun bersama pasangannya ini banyak mendapat masukan untuk menghadirkannya di berbagai lokasi, salah satunya Prambanan.

"Candi Prambanan menjadi lokasi yang menarik, mengingat adanya kesamaan motif yang menjadi landasan ceritanya," katanya.

Seni instalasi "Sunflower" berlangsung dari 21 Mei hingga 14 Juni 2026, pameran ini menghadirkan karya seni bunga matahari yang berdiri megah berlatar Candi Prambanan yang menciptakan pengalaman visual, unik dan berkesan bagi wisatawan.

Sejak dibuka untuk publik, area exhibition ramai dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga, pasangan, maupun rekan. Antusiasme pengunjung terlihat dari antrian yang terbentuk untuk berfoto dengan latar belakang "Sunflower Angel" dan siluet Candi Prambanan yang ikonik.

Meski ceritanya berbeda, keduanya sama-sama berangkat dari spirit seseorang yang rela menciptakan sesuatu dalam skala besar untuk menunjukkan cinta dan keseriusannya kepada orang yang dicintai.

"Pembuatan 'Sunflower' ini memiliki kesamaan latar belakang cerita seperti legenda di Candi Prambanan. Mungkin ada kesamaan energi dan spirit karyanya yang berawal dari kerelaan membuat, membangun, sebesar, sebanyak apapun untuk menunjukkan keseriusan kepada cintanya," lanjut Arrofi.

Ia mengapresiasi pengelola Candi Prambanan yang mengizinkan karyanya berdiri berdampingan dengan Candi Prambanan, hal ini diharapkan bisa menjadi ruang berbagi cerita dan menginspirasi lebih banyak orang.

"Saya merasa karya ini akan memiliki makna yang lebih luas ketika bisa dinikmati oleh publik. Prambanan memberikan konteks yang sangat istimewa karena merupakan simbol karya besar yang telah bertahan melintasi waktu," katanya.

Direktur Komersil InJourney Destination Management (IDM) Gistang Panutur mengatakan bahwa kolaborasi antara warisan budaya dan karya seni kontemporer ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman wisata yang semakin beragam di kawasan Candi Prambanan.

"Candi Prambanan merupakan ruang budaya yang terus hidup dan relevan dengan perkembangan zaman. Melalui kolaborasi seperti 'Sunflower Angel' dan Candi Prambanan, kami ingin menghadirkan pengalaman berbeda, yang membuka ruang bagi ekspresi kreatif generasi muda," katanya.

Menurut dia antusiasme ribuan pengunjung menunjukkan bahwa perpaduan antara heritage, seni, dan kreativitas mampu menghadirkan daya tarik baru sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap kawasan cagar budaya.

Gistang Panutur juga mengajak kolaborasi berbagai pihak, terutama para seniman lukis, perupa, untuk berkarya dan berpameran di destinasi Taman Wisata Candi.

"Kehadiran karya-karya seni yang selaras dengan nilai-nilai budaya, menambah daya tarik Candi Prambanan menjadi destinasi yang lebih artistik dan menawan," katanya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026