Logo Header Antaranews Jogja

KPU Kulon Progo optimalkan kanal podcast tingkatkan partisipasi

Rabu, 10 Juni 2026 05:47 WIB
Image Print
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kulon Progo Aris Zurkhasanah. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan gelaran pemilihan umum melalui pemanfaatan media kreatif, salah satunya melalui Podcast Demokrasi dan Pemilihan Umum (PODIUM).

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kulon Progo Aris Zurkhasanah di Kulon Progo, Rabu, mengatakan pada episode ke-5, KPU Kulon Progo mengangkat tema "Partisipasi dalam Pemilu".

"Podcast ini menjadi instrumen strategis bagi kami untuk memberikan edukasi bahwa partisipasi pemilu tidak sekadar datang ke TPS untuk mencoblos. Lebih dari itu, masyarakat diharapkan terlibat aktif dalam mencari informasi kepemiluan yang valid serta membangun diskursus yang sehat demi menjaga kualitas demokrasi," kata Aris.

Ia mengatakan KPU Kulon Progo berkomitmen melakukan sosialisasi yang menyasar berbagai segmen pemilih, mulai dari pemilih pemula, kelompok perempuan, penyandang disabilitas, hingga komunitas masyarakat umum.

Langkah ini dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa setiap suara yang diberikan merupakan elemen krusial dalam menentukan arah kebijakan pembangunan serta masa depan bangsa.

Melalui kanal sosialisasi yang berkelanjutan, KPU Kulon Progo optimistis dapat membentuk profil pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Hal ini diharapkan mampu menekan angka golput sekaligus meningkatkan legitimasi hasil pemilihan umum di tingkat daerah maupun nasional.

Langkah inovatif melalui format podcast ini dinilai efektif untuk menjangkau masyarakat luas, terutama generasi muda yang lebih akrab dengan konsumsi konten digital dalam memperoleh informasi.

Ia menyampaikan pentingnya generasi muda memiliki kemampuan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya kepada publik. Generasi sekarang harus lebih bijak dalam menerima informasi, khususnya informasi politik yang banyak beredar di media sosial dan grup percakapan.

Aris mengingatkan para pelajar untuk tidak mudah membagikan informasi sebelum memastikan kebenarannya.

“Anak muda jangan mudah terpancing untuk langsung membagikan informasi ke grup yang lebih besar tanpa proses verifikasi. Justru generasi sekarang harus berani menjadi verifikator terhadap berita-berita hoaks,” ungkap Aris.

Lebih lanjut, Aris mengatakan dalam kehidupan demokrasi, kebebasan berpendapat sering kali disalahartikan. Menurutnya, setiap warga negara memang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, namun harus tetap berdasarkan fakta dan sumber yang jelas.

Ia juga menyoroti fenomena di kalangan generasi Z saat ini yang dinilai cukup aktif menyampaikan opini di ruang digital, tetapi terkadang tidak dibarengi dengan data atau referensi yang valid.

"Oleh karena itu, pendidikan politik sejak dini menjadi penting agar generasi muda mampu berpikir kritis, bertanggung jawab, dan tidak mudah terjebak dalam informasi menyesatkan," katanya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026