
Pertamina Patra Niaga lakukan penyesuaian harga BBM, Pertalite dan Solar subsidi harga tetap

Yogyakarta (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual BBM nonsubsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green.
"Penyesalan dilakukan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun dalam keterangan tertulis yang diterima di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.
"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," katanya.
Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal.
Pertamina Patra Niaga senantiasa berupaya menjaga ketersediaan dan kualitas produk BBM di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.
"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina," katanya.
Ia mengatakan, untun harga jual Pertalite dan BioSolar bersubsidi dipastikan tidak naik
"Dalam komitmen melaksanakan tugas pendistribusian BBM Bersubsidi baik BBM jenis gasoline yaitu Pertalite dan BBM jenis gasoil yaitu Biosolar, harga jual kedua produk BBM bersubsidi tersebut tetap dilayani dengan harga jual Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter," katanya.
Daftar Harga BBM Retail Non-Subsidi melalui SPBU per 10 Juni 2026, untuk Pertamax Series meliputi Pertamax (RON 92) dari Rp12.300/liter menjadi Rp16.250/liter, Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp12.900/liter menjadi Rp17.000/liter, kemudian Pertamax Turbo (RON 98) Rp20.750/liter atau tetap (tidak naik).
Untuk Dex Series, meliputi Dexlite (CN 51) Rp23.000/liter atau tidak naik (tetap), Pertamina Dex (CN 53) Rp24.800/liter (tetap).
Sementara untuk konsumsi BBM wilayah Jawa Tengah, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan menjelaskan bahwa penyesuaian harga yang berlaku saat ini hanya terjadi pada sebagian kecil produk yang dikonsumsi masyarakat.
"Tercatat hingga Juni 2026, mayoritas konsumsi BBM masyarakat di wilayah Jawa Bagian Tengah masih didominasi oleh produk subsidi dan penugasan yang tidak mengalami perubahan harga," katanya.
Pada segmen Gasoline, konsumsi Pertalite mencapai 73,3 persen dan Pertamax 25,9 persen, sementara Pertamax Turbo dan Pertamax Green secara total hanya sekitar 0,9 persen.
"Sedangkan pada segmen Gasoil, konsumsi Biosolar mencapai 96,6 persen, sementara Dexlite dan Pertamina Dex secara total hanya sekitar 3,4 persen,” katanya.
Ia mengatakan dengan komposisi tersebut, produk-produk yang mengalami penyesuaian harga, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, hanya mencakup sekitar 1,7 persen dari total konsumsi BBM di wilayah Jawa Bagian Tengah.
Sementara lebih dari 98 persen konsumsi BBM masyarakat berasal dari produk yang tidak mengalami penyesuaian harga, sehingga dampaknya terhadap masyarakat secara luas relatif sangat terbatas.
"Pertamina sebagai operator menjalankan penyesuaian harga BBM nonsubsidi sesuai ketentuan pemerintah dan mekanisme yang berlaku, dengan tetap memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi energi bagi seluruh masyarakat," tutup Taufiq.
Informasi lengkap terkait harga BBM terbaru dapat diakses melalui kanal resmi www.pertaminapatraniaga.com dan aplikasi MyPertamina.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat juga dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 yang siap melayani pertanyaan terkait produk dan layanan perusahaan.
Pewarta : V001
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
