Logo Header Antaranews Jogja

Dishub Bantul persiapkan rute tiga bus sekolah yang beroperasi di 2027

Rabu, 10 Juni 2026 17:48 WIB
Image Print
Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul Toto Pamudji Rahardjo saat ditemui dalam sebuah acara yang digelar di Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Selasa (9/6). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul tengah menyiapkan aspek pendukung seperti rute perjalanan untuk tiga bus sekolah, yakni satu bus sudah beroperasi ditambah dua bus bantuan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang rencanannya beroperasi pada tahun 2027.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul Toto Pamudji Rahardjo mengatakan telah melakukan penjajakan bersama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul untuk memetakan rute jalur terbaru.

"Satu rute yang akan kita prioritaskan adalah dari rekomendasi kajian bus sekolah yang akan melewati area Jetis-Imogiri-Bantul," kata Toto, di Yogyakarta, Rabu.

Sasaran rute kedua, lanjutnya, disesuaikan dengan kebijakan dan arahan Bupati Bantul terkait dengan pengembangan kawasan wisata Pantai Selatan (Pansela).

"Nanti akan kita sandingkan kegiatan penyelenggaraan layanan bus sekolah ini ke jalur pengembangan Pansela," jelasnya.

Ia membidik area Srandakan-Pandak-Bantul sebagai rute bus sekolah yang akan mendukung pengembangan kawasan Pansela.

"Realisasinya pada tahun 2027, nanti kita lihat kebijakannya supaya ada prioritas untuk layanan bus sekolah," kata Toto.

Ia menjelaskan rencana rute tiga bus sekolah yang akan dioperasikan di tahun depan, yakni satu bus area Palbapang-Pandak-Pajangan-Sedayu, bus kedua area Srandakan-Pandak-Bantul, dan ketiga Jetis-Imogiri-Bantul.

"Armada siap, operator siap, dan semua sudah siap, tinggal pelaksanaan," tegasnya.

Ia memastikan ketiga bus sekolah nantinya memakai plat merah.

Dengan pertimbangan harga BBM non-subsidi yang naik, Toto juga sudah menyesuaikannya dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) karena biaya operasional berpotensi tinggi.

"Kami tetap mengedepankan layanan publik, ini juga untuk mendukung pendidikan anak," kata Toto.

Toto menyebut bus bantuan dari KPK merupakan bus medium dengan kapasitas 23 penumpang, sedangkan dari Kemenhub memiliki kapasitas 16 penumpang.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026