
BPJAMSOSTEK apresiasi perusahaan di DIY dalam perlindungan pekerja

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menggelar kegiatan bertajuk "Corporate Appreciation" dengan mengundang perwakilan perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kabupaten dan kota provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Ini sebagai bentuk apresiasi dari BPJS Ketenagakerjaan untuk perusahaan-perusahaan di DIY yang selama ini sudah menunjukkan komitmen yang bagus dalam memberikan pelindungan kepada pekerja," kata Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY Cahyaning Indriasari disela kegiatan di Yogyakarta, Kamis.
Kegiatan yang juga menghadirkan pemangku kepentingan terkait di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY tersebut sebagai upaya peningkatan kepesertaan jaminan perlindungan pekerja dan pembinaan perusahaan potensial di wilayah DIY.
Sementara tema yang diambil dari kegiatan tersebut adalah 'connect' kemudian 'explore and grow'.
"Jadi kami mempertemukan bukan hanya dengan pengusaha, tapi juga dengan Pemda. Harapannya kalau misalnya ada kendala atau unek-unek apa gitu, bisa disampaikan, dan nanti kita bisa sama-sama mencari solusi yang terbaik," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya juga memberi apresiasi kepada Pemda DIY, yang selama ini sangat mendukung untuk program perlindungan untuk pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.
"Harapan kami, dalam kondisi seperti sekarang ini, ketidakpastian yang sangat tinggi dan semuanya prihatin, tolong kehadiran kami ini bisa dimanfaatkan sebagai bantalan perlindungan untuk masyarakat DIY," katanya.
Apalagi, lanjut Cahyaning, di wilayah DIY tersebut jumlah pekerja di sektor informal adalah mayoritas, atau hampir 80 persen merupakan pekerja atau individu yang bekerja tanpa ikatan kontrak resmi tersebut.
"Manfaatkan juga paket kebijakan ekonomi dari pemerintah untuk jaminan perlindungan bagi pekerja bukan penerima upah yang ada keringanan sampai Desember. Dengan iuran Rp8.400 itu sudah mendapat perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan kematian," katanya.
Menurut dia, apabila semua pekerja terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan, maka pekerja tenang, keluarga tenang, dan pemerintah daerah pun juga tenang.
"Jadi kita bisa bekerja semuanya, apalagi dengan kondisi sekarang kita semuanya harus siap-siap," katanya.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta Rudi Susanto menyatakan komitmennya untuk terus mengawal perluasan jaminan sosial ini di level operasional kabupaten dan kota se-DIY.
Rudi menekankan pentingnya membangun komunikasi aktif dengan asosiasi pengusaha setempat agar kesadaran akan hak-hak normatif pekerja terkait jaminan sosial dapat terpenuhi secara menyeluruh.
Pihaknya juga siap mengintensifkan sosialisasi langsung ke kantong-kantong pekerja informal guna memastikan kemudahan akses pendaftaran dan pembayaran iuran yang terjangkau bagi masyarakat bawah.
Sementara itu, Asisten Setda DIY Bidang Pemerintahan dan Kesra Aria Nugrahadi mengapresiasi upaya BPJS Ketenagakerjaan yang telah merangkul dunia usaha, agar mereka yang patuh dalam melindungi pekerja, tetap mempertahankan kepatuhannya.
"Sementara bagi mereka (perusahaan) yang masih kurang, tentunya itu akan selalu kita dorong, yang nanti kolaborasi bersama dengan teman-teman yang ada di Dinas Tenaga Kerja," katanya.
Meski demikian, yang lebih penting dari forum pertemuan ini adalah bentuk penghargaan bagi perusahaan yang mempunyai komitmen dan kepatuhan tinggi, sekaligus mengeksplor keberadaan Jamsostek agar bisa terus diakses lebih luas di masyarakat.
"Apalagi struktur perekonomian di DIY antara pekerja yang formal dengan informal relatif berimbang, bahkan cenderung lebih banyak yang informal, sehingga melalui kolaborasi ini kita bersama mengoptimalkan perlindungan pekerja baik yang formal maupun informal," katanya.

Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
