Logo Header Antaranews Jogja

Yogyakarta angkat potensi wisata sungai melalui Winongo Art Festival

Kamis, 11 Juni 2026 18:18 WIB
Image Print
Ilustrasi - Wisata kano di Sungai Winongo Kecil di Jalan Samas, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - ‎Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Kemantren (kecamatan) Ngampilan berupaya mengangkat potensi pariwisata berbasis sungai di kota tersebut melalui atraksi bertajuk Winongo Art Festival yang akan digelar pada 13 Juni 2026.

Mantri Pamong Praja Kemantren Ngampilan Anif Luhur Kurniawan di Yogyakarta, Kamis, mengatakan Winongo Art Festival merupakan kolaborasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengangkat potensi yang ada di wilayah baik potensi UMKM maupun seni budaya.

‎"Keterlibatan langsung masyarakat sebagai motor penggerak didalamnya menjadikan kegiatan tersebut sarana untuk memajukan pariwisata berbasis sungai yang ada di Kota Yogyakarta," kata Anif.

‎Menurut dia, Kemantren Ngampilan adalah sebuah wilayah administratif di jantung Kota Yogyakarta yang berfungsi sebagai salah satu pilar pelestari budaya sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif.

‎Dengan luas wilayah yang relatif kecil namun padat secara demografis, Ngampilan memiliki posisi strategis yang menjembatani kawasan sumbu filosofis dengan pusat komersial kota.

‎"Potensi besar Kemantren Ngampilan yaitu dilintasi oleh Sungai Winongo yang menjadi destinasi wisata berbasis sungai dan budaya," katanya.

‎Winongo Art Festival di bantaran Sungai Winongo, Serangan Ngampilan juga sebagai upaya kolektif mengembalikan fungsi sungai bukan hanya sebagai saluran air, tetapi sebagai ruang hidup, ruang budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat melalui UMKM.

‎"Event tersebut juga bertujuan sebagai media konservasi alam dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ekosistem Sungai Winongo," katanya.

‎Selain itu, Winongo Art Festival diharapkan mampu mempromosikan potensi pariwisata lewat kampung wisata di wilayah Ngampilan melalui atraksi berbasis sungai, melestarikan kearifan lokal melalui tradisi yang dikemas secara kekinian (modern heritage).

‎"Dan tentunya tetap memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk memasarkan produk unggulan wilayah Kemantren Ngampilan," katanya.

‎Ketua panitia sekaligus Ketua Kampung Serangan Suwarto menambahkan, kegiatan Winongo Art Festival berbeda dengan acara yang pernah dilaksanakan sebelumnya yaitu Jogo Kali Jogo ataupun Winongo Reborn.

‎"Namun memiliki tujuan yang sama yaitu menciptakan Winongo yang asri, dengan membuka peluang-peluang pelaku UMKM, industri kreatif untuk menjadikan kawasan bantaran sungai ini memiliki branding wisata yang kuat untuk kedepannya," katanya.

Winongo Art Festival akan menghadirkan Sendratari Gebrak Jaranan, Tari Klenting, "Lampor" Eksperimental Art, Mocopath Project, Padepokan Kendhali Rasa, Taman Sesaji dan Band Performs serta potensi seni anak-anak dari Ngampilan.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Yogyakarta angkat potensi wisata sungai melalui Winongo Art Festival



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026