
Pimpinan MPR: Pengasuhan layak sejak dini harus konsisten diwujudkan

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan upaya mewujudkan kelayakan pola pengasuhan dan perlindungan anak di Indonesia harus konsisten ditingkatkan demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berdaya saing di masa depan.
"Upaya perlindungan anak yang merupakan generasi penerus bangsa harus dimulai dengan memberi pola pengasuhan yang layak sejak dini. Langkah tersebut harus direalisasikan secara konsisten dengan dukungan semua pihak," kata Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menunjukkan 75 persen keluarga di Indonesia kini menggunakan jasa daycare (tamen penitipan anak).
Ironisnya, kebutuhan itu tidak diimbangi dengan tata kelola yang memadai. Menteri PPPA Arifah Fauzi mengungkapkan, sekitar 44 persen daycare belum memiliki izin, 20 persen belum memiliki standar operasional prosedur (SOP), dan 66,7 persen pengelolanya belum tersertifikasi.
Padahal, Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 mencatat 2,98 persen anak Indonesia masih hidup dalam pengasuhan tidak layak.
Menurut Lestari, sistem perlindungan anak, saat ini, masih menyisakan banyak celah, mulai dari pola pengasuhan yang tidak layak, lemahnya pengawasan, hingga minimnya penanganan korban secara terintegrasi.
Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa penguatan pencegahan, perlindungan, dan penegakan hukum harus bersamaan.
"Tidak boleh ada lagi celah bagi praktik kekerasan tersistem terhadap anak," ujar Anggota Komisi X DPR RI itu.
Oleh karena itu, Ia mendorong agar ada langkah evaluasi menyeluruh terhadap setiap lembaga yang berkaitan dengan pengasuhan dan perlindungan anak.
"Lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi tumbuh kembang anak harus mampu diwujudkan demi generasi penerus bangsa yang lebih baik dan berdaya saing di masa datang,” tutur Rerie.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pimpinan MPR: Pengasuhan layak sejak dini harus konsisten diwujudkan
Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
