
BKN: Pengembangan AI perlu disesuaikan dengan kebutuhan tiap sektor

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mengatakan pengembangan dan pelatihan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor layanan agar pemanfaatannya lebih efektif dalam mendukung kinerja pemerintahan.
"Ke depan, pemanfaatan teknologi berbasis AI harus bersifat tematik. Pelatihannya sesuai dengan urusan-urusan pemerintahan dan sektor-sektor layanannya," kata Zudan dalam acara Garuda AI Impact Summit 2026 di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, kebutuhan AI di sektor administrasi kependudukan berbeda dengan sektor kepegawaian, investasi, perdagangan, pendidikan, kesehatan, maupun pertambangan.
Karena itu, pendekatan pengembangan talenta AI tidak dapat dilakukan dengan model yang sama untuk seluruh instansi dan bidang layanan.
"Sektor layanan kesehatan berbeda dengan sektor layanan administrasi kependudukan, berbeda dengan sektor layanan pendidikan, berbeda dengan sektor layanan keagamaan," ujarnya.
Zudan menjelaskan teknologi AI yang selama ini digunakan di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) banyak berfokus pada pemanfaatan biometrik dan pengenalan wajah atau face recognition untuk verifikasi identitas dan pelayanan administrasi kependudukan.
Sementara di BKN, pengembangan AI diarahkan untuk mendukung manajemen kepegawaian, termasuk seleksi aparatur sipil negara (ASN), pengelolaan dokumen digital, serta penerapan sistem manajemen talenta.
Menurut dia, setiap sektor memiliki karakteristik data, proses bisnis, dan kebutuhan layanan yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan AI yang berbeda pula.
Untuk mendukung transformasi tersebut, BKN bekerja sama dengan Microsoft menyiapkan 145.000 talenta AI yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas digital di berbagai instansi pemerintah.
"Pelatihan sekarang pasti terasa sangat bermanfaat, tetapi harus dilakukan upgrading terus-menerus dan dilakukan pengembangan terus-menerus sesuai dengan basis-basis kebutuhannya," kata Zudan.
Ia menambahkan transformasi digital di lingkungan pemerintahan membutuhkan penguatan kompetensi sumber daya manusia yang mampu memahami penerapan AI sesuai bidang tugas masing-masing.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi yang tepat dapat membantu pemerintah menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, efisien, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Ini membutuhkan banyak sekali transformasi di bidang teknologi," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BKN: Pengembangan AI perlu disesuaikan dengan kebutuhan tiap sektor
Pewarta : Farika Nur Khotimah
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
