
Pemda DIY mendorong pemanfaatan AI bagi guru melalui pelatihan

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) mendorong para pengajar dan guru aktif mengikuti pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mengembangkan pengajaran dan mendukung pendidikan.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Dindikpora DIY Raden Suci Rohmadi mengatakan dinasnya membuka pelatihan terkait pemanfaatan AI melalui program bimbingan teknis (bimtek) dan Mobile Learning Service (MLS).
"Anggarannya bisa dari Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkomdik) maupun bimtek mandiri anggaran dari pengundang," kata Suci di Yogyakarta, Kamis.
Ia menjelaskan beberapa materi yang biasa diusung, yakni pemanfaatan AI untuk mengembangkan presentasi, pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mengembangkan gamifikasi dengan output Papan Interaktif Digital (PID).
"Kemudian pemanfaatan AI untuk mengembangkan konten interaktif dan materi lain yang sesuai kebutuhan guru serta siswa serta kekinian," katanya.
Salah satu bimtek pemanfaatan AI dan digital yang belum lama diselenggarakan, lanjutnya, yakni workshop training bertajuk AI Education hasil kolaborasi Dindikpora, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Pura Nusantara, Solana, serta Microsoft Elevate.
CEO Pura Nusantara, Brian Tobing mengatakan ada sekitar 200 guru di DIY yang telah mengikuti loka karya dan mendapatkan pembekalan materi pada Selasa (9/6).
"Peserta juga difasilitasi akses berupa subskripsi gratis serta AI teaching power dari Microsoft Elevate," kata Brian.
Ia berharap para pengajar bisa menggunakan AI sebagai salah satu alat yang dapat dimanfaatkan secara optimal dengan dukungan dinas pendidikan.
"AI ini sebagai sistem akselerasi dalam tata kelola manajemen data sekolah yang selama ini kerap menjadi titik hambat (bottleneck)," jelasnya.
Ia menilai AI dapat menjadi solusi budaya kerja agar para guru tidak terjebak dan dipusingkan oleh urusan administratif yang menumpuk.
"Biarkan sistem yang mempercepat itu, sehingga guru bisa kembali fokus pada tugas intinya, yaitu mendidik dengan hati untuk murid dan generasi masa depan," kata Brian.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
