
Pemkab Gunungkidul optimalkan fungsi aset daerah yang kurang maksimal

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai melakukan optimalisasi aset daerah yang selama ini dinilai kurang optimal dengan mengadakan agenda gotong-royong pembersihan sebagai langkah awal.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan aset daerah yang akan dioptimalisasi yakni area gedung serbaguna yang dinilai menjadi ruang strategis atau gerbang utama menuju Kota Wonosari.
“Aset itu kini telah kembali sepenuhnya ke pangkuan pemerintah daerah setelah sebelumnya dikelola oleh pihak investor," kata Endah di Gunungkidul, Yogyakarta, Jumat.
Pemkab Gunungkidul, lanjutnya, juga berencana melakukan pemetaan beberapa aset daerah berupa gedung dan fasilitas publik lainnya agar dapat dioptimalkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Gunungkidul.
"Gotong-royong akan kami adakan di aset lainnya yang selama ini belum terkelola secara maksimal," katanya.
Ia mencontohkan seperti aset di area Umbul Ponjong, Gunungkidul yang rencana awalnya akan dijadikan sebagai pasar ikan.
"Harapannya muncul inspirasi dan peluang baru untuk menghidupkan kembali aset yang mangkrak agar membawa manfaat ekonomi bagi warga," kata Endah.
Menurut dia, budaya gotong-royong juga dapat membentuk mental masyarakat agar tidak bergantung pada bantuan dan berusaha secara kolektif bersama warga lainnya.
“Ini harus menjadi edukasi untuk warga kita agar tidak memiliki mental peminta," katanya menjelaskan.
Ia menyebut kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sah untuk kemudian dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan daerah.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
