Logo Header Antaranews Jogja

PSIM Yogyakarta umumkan lepas Donny Warmerdam

Sabtu, 13 Juni 2026 07:25 WIB
Image Print
Pesepak bola Dewa United Banten FC Nick Kuipers (tengah) berusaha menghadang tendangan pesepak bola PSIM Yogyakarta Donny Warmerdam (kiri) pada pertandingan BRI Super League di Banten International Stadium, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (3/4/2026). Dewa United Banten FC mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 1-0. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Klub BRI Super League PSIM Yogyakarta mengumumkan melepas gelandang asing Donny Warmerdam pada bursa transfer musim panas ini.

Dikutip dari laman resmi klub, Sabtu, PSIM Yogyakarta menjelaskan Donny akan kembali ke Belanda dan membela klub kasta kedua De Graafschap.

General Manager PSIM Yogyakarta Steven Sunny mengatakan jika Donny kurang beruntung bersama Laskar Mataram karena mendapatkan cedera cukup lama.

"Musim ini tidak mudah baginya karena harus melewati masa pemulihan cedera yang cukup panjang, sejak awal kompetisi resmi dimulai," ujar Steven.

Sementara itu, Donny mengucapkan terima kasih kepada PSIM Yogyakarta atas satu musim kebersamaan dan mendoakan klub tersebut kesuksesan di masa mendatang.

"Penampilan perdanaku, laga comeback melawan Bali. Saat itulah pertama kalinya aku merasakan atmosfer di stadion. Selain itu, laga tandang melawan Persib juga sangat seru," ujar Donny.

"Semusim di PSIM, aku benar-benar menikmati waktuku di sana. Seandainya saja aku bisa bermain lebih banyak, karena dukungan dari para penggemar sungguh luar biasa," sambungnya.

Donny bergabung dengan PSIM pada saat kompetisi Super League 2025/2026 sudah bergulir, tetapi bursa transfer pemain masih dibuka.

Meski demikian, pemain kelahiran 2 Januari 2002 ini baru tampil di lapangan pada paruh kedua kompetisi. Ia mengalami nasib yang kurang beruntung akibat cedera kaki fracture weber yang menimpanya pada awal musim.

Pemain berkebangsaan Belanda tersebut baru mulai sering bermain pada putaran kedua Super League 2025/2026 dan mengemas 11 pertandingan.



Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026