Logo Header Antaranews Jogja

Siswa Tumbuh High School tampilkan filosofi permakultur lewat pertunjukan

Sabtu, 13 Juni 2026 08:45 WIB
Image Print
Sejumlah siswa Tumbuh High School menampilkan pertunjukan dalam The End of Year Celebration (TEOYC) 2026 di Grha Budaya, Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, Jumat (12/6/2026). Pertunjukan bertajuk "Seeds of Learning" tersebut merefleksikan proses belajar siswa melalui tema permakultur yang mengangkat nilai keberlanjutan, keterhubungan manusia dengan alam, dan sistem kehidupan yang regeneratif. ANTARA/ Rahid Putra Laksana

Yogyakarta (ANTARA) - Siswa Tumbuh High School menampilkan refleksi perjalanan belajar selama satu tahun ajaran melalui pertunjukan bertema permakultur dalam The End of Year Celebration (TEOYC) 2026 di Grha Budaya, Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, Jumat.

Mengusung tema "Seeds of Learning", pertunjukan tersebut menggambarkan proses pertumbuhan siswa melalui tiga babak, yakni "Awakening", "Struggle", dan "Renewal" yang merepresentasikan perjalanan belajar mulai dari tumbuhnya rasa ingin tahu, menghadapi berbagai tantangan, hingga berkembang dan siap berbagi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Kepala SMA Tumbuh Daya Krisandi Mandala mengatakan TEOYC bukan sekadar acara penutup tahun ajaran, melainkan ruang apresiasi atas proses belajar yang telah dilalui siswa selama satu tahun terakhir.

"Program tahunan ini adalah ruang perayaan, sebuah panggung apresiasi untuk seluruh proses belajar, kerja keras, tawa, dan perjuangan yang telah dilalui murid, edukator, dan staf selama satu tahun ajaran penuh," katanya dalam sambutan pembukaan acara.

Menurut dia pertunjukan yang ditampilkan pada TEOYC 2026 dianalogikan sebagai perjalanan sebuah benih yang tumbuh di sebuah kebun dan perjalanan tersebut dibagi ke dalam tiga babak yang menggambarkan proses belajar dan pertumbuhan siswa selama menempuh pendidikan di Tumbuh High School.

Sementara itu, Kepala SMP Tumbuh Kristi Listianawati mengatakan tema "Seeds of Learning" dipilih karena selaras dengan konsep permakultur yang menjadi salah satu ciri pembelajaran di Kampus 4 Tumbuh.

"Melalui permakultur, kita tidak hanya berbicara tentang bercocok tanam, tetapi tentang filosofi hidup. Kita belajar terkait keberlanjutan, keterhubungan yang harmonis antara manusia dengan alam, serta bagaimana menciptakan sebuah sistem kehidupan yang selaras dan regeneratif," katanya.

Babak pertama bertajuk "Awakening" menggambarkan tumbuhnya rasa ingin tahu dan semangat belajar. Babak kedua, "Struggle", menampilkan berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran.

Sementara babak terakhir, "Renewal", merepresentasikan fase ketika siswa mencapai pemahaman yang lebih matang dan siap membagikan manfaat kepada lingkungan sekitarnya.

Perwakilan Sekolah Tumbuh Widi mengatakan pertunjukan dan pameran yang ditampilkan dalam TEOYC 2026 tidak hanya memperlihatkan hasil pembelajaran siswa, tetapi juga proses pertumbuhan yang terjadi selama mereka menempuh pendidikan.

"Kita tidak hanya melihat hasil pembelajaran sekolah, tetapi kita sedang diajak melihat kehidupan yang terus berbuah dan bertumbuh, persis seperti sebuah kebun," katanya.

Menurut dia nilai-nilai permakultur yang diangkat dalam acara tersebut juga mendorong siswa untuk menjaga lingkungan, membangun kepedulian terhadap sesama, dan berbagi manfaat kepada masyarakat.

"Teruslah merawat bumi tempat kalian berpijak, teruslah merangkul orang-orang di sekitar kalian, dan jangan pernah lelah berbagi kebaikan yang kalian miliki," katanya.

Selain pertunjukan, TEOYC 2026 juga menghadirkan pameran karya siswa di area lantai satu gedung pertunjukan yang menampilkan hasil pembelajaran yang terinspirasi dari prinsip-prinsip permakultur yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di Tumbuh High School.

"Pameran ini adalah bukti nyata bagaimana prinsip permakultur diintegrasikan langsung dalam proses belajar mengajar di Tumbuh High School," kata Kristi.

The End of Year Celebration merupakan agenda tahunan Tumbuh High School yang digelar sebagai ruang apresiasi terhadap proses belajar siswa sekaligus perayaan akhir tahun ajaran bersama orang tua, alumni, edukator, dan warga sekolah.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026