Logo Header Antaranews Jogja

Kepala BRIN tegaskan inovasi harus berdampak langsung pada masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 20:05 WIB
Image Print
Kepala BRIN Arif Satria dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (12/6/2026). ANTARA/HO-BRIN

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan inovasi harus bisa memberikan dampak secara langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.

"BRIN hadir untuk menyelesaikan persoalan riil di masyarakat, mulai dari mitigasi bencana, ketahanan pangan, hingga transisi energi berkelanjutan. Inovasi kita harus berdampak langsung," katanya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Ia menegaskan riset tidak boleh sekadar berakhir sebagai tumpukan kertas publikasi, melainkan harus bertransformasi menjadi solusi konkret dan kebijakan berbasis bukti empiris.

Ia memaparkan sejumlah lompatan yang telah dicapai. Di sektor mitigasi bencana, BRIN memperkenalkan Teknologi Peredam Gempa inovatif yang dapat meningkatkan resiliensi infrastruktur di wilayah rawan gempa.

Di sektor ketahanan pangan, periset BRIN berhasil mengembangkan varietas padi biosalin yang toleran terhadap salinitas tinggi guna menyokong kedaulatan pangan nasional.

Selain itu, untuk menjawab tantangan tata kelola kawasan urban dan penyediaan energi baru, fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL) terus digenjot implementasinya.

Ke depan, BRIN juga menjalankan gagasan ekosistem kolaborasi bertajuk "Rumah Inovasi Indonesia", satu platform strategis yang dirancang sebagai jembatan mempertemukan hasil riset peneliti dengan ekosistem industri, investor, serta jejaring filantropi guna mengakselerasi hilirisasi produk teknologi.

Maka dari itu, ia secara resmi mengajukan usulan penguatan anggaran kepada parlemen yang difokuskan untuk pembaruan dan revitalisasi fasilitas vital nasional, termasuk infrastruktur ketenaganukliran gua keperluan energi, industri, dan kesehatan.

Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menyatakan dukungan penguatan anggaran BRIN karena riset dan inovasi hal penting untuk pembangunan nasional.

"Alokasi pendanaan untuk riset harus dipandang sebagai investasi fundamental jangka panjang, bukan sekadar beban pengeluaran," ujarnya.

Ia meminta BRIN agar riset dilakukan tepat sasaran sesuai kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

Secara spesifik, DPR meminta BRIN memberikan perhatian lebih pada riset pengobatan penyakit diabetes, mengingat tingginya jumlah penderita dan kasus di Indonesia.

Sebagai bentuk dukungan dan pengawasan nyata, Komisi X DPR RI merencanakan segera berkunjung ke lapangan untuk melihat langsung berbagai inovasi BRIN yang telah berjalan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kepala BRIN tegaskan inovasi harus berdampak langsung pada masyarakat



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026