Logo Header Antaranews Jogja

Folarin Balogun memimpin awal perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026

Minggu, 14 Juni 2026 11:41 WIB
Image Print
Penyerang tim nasional Amerika Serikat Folarin Balogun #20 beraksi saat menghadapi Paraguay dalam laga penyisihan Grup D Piala Dunia 2026 di Stadion SoFi, Inglewood, California, Amerika Serikat, Jumat (12/6/2026) waktu setempat. (X/WorldCupMedia)

Jakarta (ANTARA) - Penyerang tim nasional Amerika Serikat Folarin Balogun memimpin awal perburuan Sepatu Emas pada Piala Dunia 2026 di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.

"Folarin Balogun mencetak dua gol dalam kemenangan atas Paraguay, dengan 10 pemain lainnya mencetak satu gol setelah lima pertandingan pembuka (sebelum laga Brasil lawan Maroko dan Skotlandia lawan Haiti)," demikian laporan FIFA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Minggu.

Balogun mencetak dua gol pada babak pertama saat salah satu tuan rumah, Amerika Serikat, menang 4-1 atas Paraguay dalam laga pembuka Grup D di Stadion SoFi, Los Angeles.

Striker berusia 25 tahun itu juga menjadi pemain pertama yang mencetak lebih dari satu gol untuk "Stars and Stripes" dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak tahun 1930.

Namun, dengan 10 dari 48 tim peserta yang telah memainkan pertandingan mereka sejauh ini, pergerakan signifikan daftar pencetak gol dipastikan masih akan terjadi dalam beberapa hari dan pekan mendatang.

Adapun sejumlah pemain lain yang membukukan satu gol yaitu Hwang Inbeom (Korea Selatan), Giovanni Reyna (Amerika Serikat), Cyle Larin (Kanada), Hyeongyu (Korea Selatan), Mauricio (Paraguay), Jovo Lukic (Bosnia dan Herzegovina).

Selain itu, Raul Jimenez (Meksiko), Julian Quinones (Meksiko), Ladislav Krejci (Cekoslowakia), Breel Embolo (Swiss), Vinicius Junior (Brasil), Ismael Saibari (Maroko), Jhon McGinn (Skotlandia).

FIFA menjelaskan bahwa penghargaan Sepatu Emas adidas akan diberikan kepada pemain yang mencetak gol terbanyak pada putaran final kompetisi.

Apabila dua atau lebih pemain mencetak jumlah gol yang sama, maka jumlah assist (sebagaimana ditentukan oleh anggota FIFA Technical Study Group) akan menjadi faktor penentu.

Jika dua atau lebih pemain masih tetap imbang setelah jumlah assist diperhitungkan, maka total menit bermain selama turnamen akan digunakan sebagai penentu, dengan pemain yang mencatat menit bermain lebih sedikit akan mencapai peringkat lebih tinggi.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026