Logo Header Antaranews Jogja

Menkomdigi serukan generasi muda jadi benteng lawan kejahatan digital

Minggu, 14 Juni 2026 12:46 WIB
Image Print
Menkomdigi Meutya Hafid memberikan sambutan dalam acara Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (13/6/2026). (ANTARA/HO-Komdigi)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyerukan dengan tegas agar generasi muda segera bangkit menjadi duta internet sehat dan garda terdepan memerangi kejahatan digital.

“Adik-adik semua harus menjadi duta-duta internet yang lebih baik dan lebih sehat. Ini bukan pilihan, tapi tanggung jawab kita bersama,” kata Meutya dalam siaran resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Seruan ini disampaikan di tengah maraknya hoaks, ujaran kebencian, konten provokatif, hingga ancaman siber yang semakin mengkhawatirkan.

Dalam acara Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital di Medan, Sumatra Utara, Sabtu, Meutya menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian.

Menurut dia, ruang digital yang mayoritas bersifat pribadi membutuhkan peran aktif masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai agen perubahan.

Meutya menekankan bahwa kemajuan teknologi digital membawa peluang besar, tetapi juga ancaman serius jika tidak dijaga.

Saat ini, ruang digital semakin dipenuhi hujatan, fitnah, kebencian, dan informasi palsu yang justru didorong oleh algoritma platform yang menyukai konten kontroversial.

“Internet itu pisau bermata dua. Sangat bermanfaat, tetapi sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah atau digunakan tanpa etika,” ujarnya.

Menkomdigi juga mengingatkan bahaya ketergantungan berlebih pada media sosial yang membuat generasi muda semakin enggan berorganisasi dan berinteraksi langsung di dunia nyata.

Padahal, organisasi dan komunitas nyata adalah wadah vital untuk membentuk daya kritis, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kolektif.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menkomdigi serukan generasi muda jadi benteng lawan kejahatan digital



Pewarta :
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026