Logo Header Antaranews Jogja

Polisi tangkap majikan asal Malaysia asisten rumah tangga pukuli WNI

Senin, 15 Juni 2026 06:42 WIB
Image Print
Warga negara Indonesia (WNI) berjalan di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (22/10/2025). ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga/aa.

Kuala Lumpur (ANTARA) - Kepolisian Johor Bahru, Malaysia, menyatakan menangkap empat orang warga Malaysia, yang diduga melakukan pemukulan terhadap asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia.

Penangkapan itu menyusul video viral di media sosial, yang menunjukkan empat orang menginterogasi dan memukuli seorang wanita warga negara Indonesia yang bekerja sebagai ART.

Dalam narasi yang berkembang di media sosial Threads maupun Facebook, empat orang pelaku diduga merupakan majikan, memukuli seorang ART di Negara Bagian Johor Bahru, Malaysia.

Majikan berjumlah empat orang terdiri atas dua wanita dan dua pria menginterogasi ART serta melakukan pemukulan berulang kali secara bergantian.

Baca juga: Misi kemanusiaan KJRI Penang sukses pulangkan tiga balita WNI

Baca juga: Dorong bebas visa penuh ke Korsel, Dubes minta WNI patuhi aturan

Kepolisian Johor dalam konferensi pers di Malaysia, Minggu, menyatakan tengah memeriksa empat orang pelaku pemukulan yang merupakan pasangan suami istri.

Menurut Kepolisian Johor, peristiwa itu terjadi pada Juli 2025 namun videonya baru tersebar dan viral belakangan ini.

Pihak kepolisian menyatakan masih menyelidiki motif pemukulan itu, serta menyampaikan adanya dugaan kekerasan serupa yang kemungkinan dialami dua asisten rumah tangga lain, yang juga berasal dari Indonesia.

Sementara itu berdasarkan informasi yang ANTARA peroleh dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, korban pemukulan yang berada dalam video viral, saat ini berada di kediaman rekannya.

KJRI Johor juga menyatakan telah melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.










Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polisi Johor tangkap majikan asal Malaysia terduga penganiaya ART WNI



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026