
Damkarmat: Tren kebakaran di Yogyakarta dalam beberapa tahun turun

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta menyebut tren kejadian kebakaran di kota tersebut dalam beberapa tahun mengalami penurunan jumlah.
"Ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan, mitigasi, dan konsolidasi yang dilakukan bersama masyarakat memberikan hasil yang baik," kata Kepala Dinas Damkarmat Yogyakarta Taukhid disela penyerahan bantuan kepada korban kebakaran rumah di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, pada 2023 rata-rata terjadi delapan kejadian kebakaran per bulan, turun menjadi enam kejadian per bulan pada 2024, kemudian 5,25 kejadian per bulan pada 2025, dan hingga Mei 2026 rata-rata berada angka 4,75 kejadian per bulan.
"Harapannya angka kejadian kebakaran di Kota Yogyakarta terus menurun," katanya.
Menurut dia, kebakaran yang menimpa rumah Tukiran di wilayah Kelurahan Bumijo pada Selasa (19/5) sekitar pukul 06.20 WIB tersebut menjadi pengingat penting bahwa kebakaran dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, kejadian kebakaran rumah tersebut diduga dipicu oleh gangguan instalasi listrik yang kemudian menimbulkan percikan api dan membakar bangunan rumah.
"Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui edukasi, peningkatan kewaspadaan, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam melakukan penanganan awal kebakaran," katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan bantuan sebesar Rp20 juta dari Pos Belanja Bantuan Tidak Terduga (BTT) tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu warga yang sedang mengalami musibah.
Wawan berharap bantuan tersebut dapat mempercepat proses perbaikan rumah, sehingga bisa segera ditempati kembali, apalagi warga juga menunjukkan kepedulian membantu dengan menyediakan tempat tinggal sementara.
"Alhamdulillah warga di Badran sangat baik. Selama rumah Pak Tukiran belum selesai diperbaiki, beliau bisa menumpang di rumah tetangga. Ini menunjukkan semangat gotong royong masyarakat masih sangat kuat," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
