Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Bantul menjaring talenta sepak bola muda melalui ajang GSI

Senin, 15 Juni 2026 18:25 WIB
Image Print
Angelia Hutabarat berpose dengan rekan-rekannya sesama sukarelawan dalam perhelatan pesta bola sedunia, FIFA World Cup 2026. ANTARA/Handout/am.

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melakukan penjaringan talenta cabang olahraga sepak bola khusus anak muda setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bantul melalui ajang Gala Siswa Indonesia (GSI).

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan ajang GSI tingkat SMP Kabupaten Bantul 2026 resmi dibuka di Stadion Dwi Windu, Bantul mulai 15 hingga sampai akhir bulan.

"Ada 13 tim perwakilan tiap kabupaten yang ambil bagian dalam ajang seleksi ini," kata Nugroho, di Yogyakarta, Senin.

Ke-13 tim tersebut, lanjut dia, berasal dari 43 sekolah yang terdiri atas 32 SMP negeri dan 11 SMP swasta di Kabupaten Bantul.

"Ada empat kabupaten yang belum bisa berpartisipasi, semoga tahun mendatang bisa ikut semua agar semakin menyemarakkan kompetisi," kata Nugroho.
Ia menjelaskan tahapan babak penyisihan ajang GSI akan dilaksanakan pada 15, 17, 18, 19, dan 20 Juni 2026.

Babak semifinal akan dilaksanakan pada 23 Juni 2026 dan finalnya dilaksanakan pada 24 Juni 2026.

"Tempat pelaksanaan babak penyisihan di Lapangan Dwi Windu Bantul, babak semifinal dan final di Stadion Sultan Agung Bantul,” kata Nugroho.

Menurutnya, sistem pertandingan yang digunakan merupakan sistem setengah kompetisi yang membagi 13 tim menjadi empat grup dengan masing-masing grup terdiri dari tiga hingga empat tim.

"Juara dari masing-masing grup berhak melaju ke babak semifinal," kata Nugroho.

Ia menyebut ajang GSI tahun ini mempertandingkan sepak bola putri melalui proses seleksi.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengatakan olahraga sepak bola merupakan kegemaran mayoritas masyarakat Bantul yang diharapkan bisa terus semarak.

"Kabupaten Bantul hampir 80 persen penduduk masyarakatnya senang dengan sepak bola, banyak ibu-ibu, remaja putri pun juga suka sepak bola," kata Aris.

Ia menilai GSI sebagai wadah pembinaan karakter, disiplin, kerja sama tim, dan sportivitas bagi generasi muda yang penting untuk ditanamkan sejak dini.

“Ini mencerminkan suatu kekompakan kerja sama tim sehingga tim harus sportif menjunjung tinggi sportivitasnya," kata Aris.






Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026