
Pemkot Yogyakarta edukasi siswa SD mengenal budi daya pertanian

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta mengadakan kegiatan bertajuk "Pertanian Masuk Sekolah (Tani Mase)" di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Keputran 2, guna memberikan edukasi kepada siswa mengenal budi daya pertanian
"Kegiatan Tanimase ini memang sasaran kita sama anak SD, tujuannya kita edukasi dulu biar anak-anak lebih mengenal pertanian, terus pada akhirnya mereka cinta pertanian," kata Ketua Tim Kerja Bimbingan Usaha Pertanian DPP Yogyakarta Rita Damayanti Christiningsih disela kegiatan di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, kegiatan Tani Mase di Kota Yogyakarta rencananya berlanjut dengan menyasar para siswa di empat SD Negeri dalam beberapa hari ke depan, yang diawali dengan SD Negeri Keputran 2, berupa kegiatan menanam sayur mayur.
Melalui kegiatan pertanian masuk sekolah, kata dia, harapannya ke depan budi daya menanam tanaman pertanian tersebut tidak akan punah, sehingga ketersediaan pangan dapat berkelanjutan.
"Kegiatannya kita edukasi, pengenalan cara menanam, teknik menanam, beserta hama penyakit, ada praktik menanam juga, karena berikan bahan media tanah, polybag sama bibit sayur, jadi praktik langsung setelah materi," katanya.
Berbagai sayur mayur yang dikenalkan untuk dibudidayakan dalam media tanam tersebut adalah cabai, sawi, dan terong, karena memang produk sayuran tersebut yang seringkali dikonsumsi dan mempunyai kandungan untuk kesehatan.
"Anak-anak biar kenal dunia pertanian, karena kan selama ini mereka lebih senang gadget, nah kita berusaha mengingatkan kembali pada mereka lebih mengenal dunia pertanian, makanya dimulai dari teknik, cara menanamnya sejak dari bibit," katanya.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN 2 Keputran Novi Kristiani mengatakan anak-anak sangat antusias karena ada pembelajaran budi daya pertanian melalui kegiatan Tani Mase, sebab para siswa diajarkan langsung cara menanam sayur dengan tepat menggunakan media tanam.
"Kegiatan ini menjadi pelajaran tentang pengetahuan alam, yang salah satunya juga ada materi sayur mayur, materi bagaimana cara menanam yang baik dan macam-macam tumbuhan," katanya.
Menurut dia, sebelumnya para siswa SD tersebut sudah pernah praktek menanam tanaman, cuma secara mandiri dan belum bekerja sama dengan Dinas Pertanian.
"Tentunya ada kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Dinas Pendidikan, kemudian anak-anak juga ada kebersamaan untuk menanam serta cinta lingkungan dan cinta sayur-mayur," katanya.
Pihaknya berharap kegiatan pertanian masuk sekolah bisa menjadi pembelajaran karakter bagi siswa sekolah, mengingat kegiatan budi daya tanaman sayuran juga dilakukan sehari hari bagi masyarakat khususnya petani.
"Mudah mudahan nanti ke depannya terdidik untuk merawat tanaman, anak diberi kesempatan untuk tanaman ini milik siapa, nanti bertanggung jawab atas tanaman yang ditanam," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
