Logo Header Antaranews Jogja

Desainer kebaya Indonesia berbagi tips rambah pasar luar negeri

Selasa, 16 Juni 2026 06:33 WIB
Image Print
Sejumlah model mengenakan kebaya rancangan desainer Indonesia Vielga Wennida di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (15/6/2026). (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Desainer kebaya asal Indonesia Vielga Wennida berbagi tips kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk merambah pasar luar negeri.

Pemilik dari Roemah Kebaya Vielga ini mengatakan langkah awal yang dapat dilakukan UMKM dalam membidik pasar luar negeri adalah memperkuat identitas dan jaringan media sosial.

"Menurut saya harus punya identitas ya. Selain itu orisinalitas sangat penting menurut saya," kata Vielga saat berbincang dengan ANTARA di sela peresmian kerja sama kemitraan eksklusif Roemah Kebaya Vielga dengan salah satu platform ritel dan distribusi asal Malaysia, Collabstore di Kuala Lumpur, Senin.

Produk kebaya rancangan Vielga yang kini sudah merambah pasar Singapura dan Malaysia, memiliki orisinalitas karena dikerjakan secara manual.

Menurut dia, kebaya-kebaya yang diproduksi negara lain umumnya hasil produksi mesin berbasis komputer, dan produksinya bisa dilakukan secara massal.

Baca juga: Kebaya bukan sekadar pakaian tapi identitas perempuan Indonesia

Sementara kebaya miliknya sangat eksklusif karena dibuat secara manual, sehingga memiliki sentuhan personal dan setiap kebaya hasil desainnya tidak akan pernah ada duanya.

"Ini bener-bener dikerjakan personal. Ada satu kebaya yang dikerjakan sampai tiga orang. Untuk mengerjakan kebaya kerancang bolong-bolong misalnya, itu manual," ujarnya.

Vielga melanjutkan, langkah selanjutnya yang dapat dilakukan UMKM untuk merambah pasar luar negeri adalah mempelajari apa yang diinginkan pasar di negara tujuan, misalnya terkait budaya atau kebiasaan masyarakat di negara tujuan.

Vielga mencontohkan, untuk bisa masuk ke Malaysia, maka dirinya melakukan penyesuaian desain kebaya dengan apa yang diinginkan konsumen Malaysia.

"Masyarakat Malaysia itu mereka suka yang kebaya yang panjang-panjang, karena di sini banyak Muslim. Jadi harus mencocokkan desain dengan style Muslim, lalu menyesuaikan jenis bahan, teknik bordir, hingga warna," kata dia.

Langkah lain yang tidak kalah penting, kata Vielga, adalah memperkuat jaringan media sosial.

Dia mengatakan dengan bantuan media sosial produk yang dimiliki dapat dikenal secara luas bahkan ke mancanegara. Dengan demikian peluang produk untuk dikenal dan disukai publik di luar negeri menjadi terbuka lebar.

Kebaya rancangan desainer Indonesia Vielga Wennida di Kuala Lumpur, Malaysia. (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Desainer kebaya Indonesia berbagi tips rambah pasar luar negeri



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026