
Yogyakarta perkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) yang menyasar masyarakat kelurahan.
"Program Mas JOS ini, telah menjangkau masyarakat di seluruh 45 kelurahan Kota Yogyakarta," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Selasa.
Gerakan pengelolaan sampah ini melibatkan tingkat rukun warga (RW), rukun tetangga (RT), PKK, pelaku usaha, sekolah, kampus, hingga didukung oleh 701 Bank Sampah Unit yang tersebar di berbagai wilayah.
Menurut dia, dalam pelaksanaannya, masyarakat diajak menerapkan lima langkah utama pengolahan sampah program Mas JOS tersebut.
"Yakni, memilah sampah sesuai jenis, menyalurkan sampah anorganik ke bank sampah, mengolah sampah organik, menghabiskan makanan untuk mengurangi food waste, serta menggunakan wadah yang dapat dipakai berulang kali," katanya.
Dia mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, dan dibutuhkan perubahan pola pikir dan rekonstruksi sosial agar masyarakat memiliki kesadaran untuk mengelola sampah secara mandiri.
Menurut dia, pengelolaan sampah bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga bagian dari revolusi mental untuk mewujudkan ketertiban, keadilan sosial, kesejahteraan, serta kemandirian masyarakat.
"Salah satu program utama yang terus dikembangkan adalah Gerakan Mas JOS. Program ini merupakan gerakan pengelolaan sampah berbasis aksi nyata dan berkelanjutan," katanya.
Melalui gerakan tersebut, lanjut dia, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah serta melakukan pemilahan secara tepat sejak dari sumbernya.
"Upaya tersebut untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan yang memiliki kepadatan penduduk tinggi, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
