
Pemda DIY efisiensi penggunaan kendaraan dinas sebelum BBM nonsubsidi naik

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah melakukan efisiensi penggunaan kendaraan dinas di lingkungan kantor, badan dan instansi ataupun organisasi perangkat daerah (OPD) setempat sejak sebelum harga BBM nonsubsidi naik.
"Sebenarnya untuk efisiensi penggunaan kendaraan dinas sudah kita lakukan pada saat kemarin saat ada imbauan untuk efisiensi yang berkaitan dengan pemakaian energi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti dalam keterangan di Yogyakarta, Selasa.
Dengan demikian, menurut dia, penghematan bahan bakar minyak (BBM) oleh Pemda DIY telah dilakukan sebelum ada kenaikan BBM nonsubsidi, sehingga kebijakan tersebut sejalan dengan efisiensi anggaran perjalanan dinas.
"Makanya kami juga ada kebijakan car free day. Di samping itu, sebenarnya desain anggaran di Pemda DIY) itu sudah sangat-sangat minimalis," katanya.
Sekda DIY mengatakan, kenaikan harga BBM nonsubsidi sebetulnya juga turut menyulitkan operasional perjalanan dinas di lingkungan Pemda DIY.
Namun demikian, pihaknya memilih untuk mengelola anggaran yang ada dengan menggunakan aturan skala prioritas, tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat.
"Jadi yang perlu-perlu saja. Kalau butuh koordinasi tapi ternyata tidak harus datang, ya pakai zoom saja. Intinya kita kelola anggaran yang ada, kita atur cara pemanfaatan kendaraan dinas itu sendiri," katanya.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak masyarakat untuk semakin bijak dalam mengelola pendapatan dengan hidup hemat, menyusul kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax yang terjadi belum lama ini.
"Kita ini jangan hidup boros. Ya kondisi memang penghasilannya tetap, ya mestinya dijaga bagaimana kebutuhan itu jangan diluar kemampuan. Karena hidup boros untuk apa, akhirnya beli yang tidak perlu, punya aset yang sebetulnya tidak perlu, untuk apa," kata Sri Sultan.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
