Logo Header Antaranews Jogja

Komisaris Utama Bank Jateng siap perkuat pengawasan dan manajemen risiko

Kamis, 18 Juni 2026 12:08 WIB
Image Print
Komisaris Utama Independen Bank Jateng Adnas. ANTARA/HO-Bank Jateng

Yogyakarta (ANTARA) - Komisaris Utama Independen Bank Jateng Adnas menegaskan kesiapannya memperketat fungsi pengawasan dan memberikan nasihat strategis kepada direksi guna memastikan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara menyeluruh di setiap jenjang perusahaan.

Langkah ini diambil sebagai komitmen Bank Jateng untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan modern.

"Sebagai Komisaris Utama Bank Jateng, saya akan menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat strategis kepada Direksi dengan berpedoman pada prinsip GCG melalui pendekatan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)," ujar Adnas di Semarang.

Menurut Adnas, modal utama Bank Jateng terletak pada fondasi bisnis yang solid serta relasi yang kuat dengan daerah, dimana Dari sisi kekuatan (strengths), bank pembangunan daerah ini mengantongi dukungan kuat dari pemerintah daerah selaku pemegang saham, jaringan layanan yang luas di Jawa Tengah, serta tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi.

"Selain itu, Bank Jateng juga memiliki fondasi bisnis yang stabil dan sumber daya manusia yang terus berkembang, sehingga menjadi modal penting dalam memperkuat kinerja dan penerapan GCG," jelasnya.

Kekuatan internal tersebut dinilai sinkron untuk menangkap peluang (opportunities) pasar, terutama dalam mendorong akselerasi digitalisasi dan pengembangan sektor riil seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pada aspek Opportunities, lanjut dia, perkembangan teknologi digital, pertumbuhan UMKM, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan yang cepat dan mudah menjadi peluang bagi Bank Jateng untuk memperluas pangsa pasar, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat daya saing perusahaan.

"Oleh karena itu, saya akan mendorong Direksi untuk memanfaatkan peluang tersebut melalui inovasi produk dan layanan yang tetap berlandaskan prinsip GCG," tambahnya.

Namun, Adnas juga menyoroti kelemahan (weaknesses) internal yang perlu dioptimalkan, terutama terkait transformasi digital demi menghadirkan layanan yang lebih efisien dan aman bagi nasabah.

Menurutnya langkah akselerasi digital ini sekaligus menjadi benteng utama dalam menghadapi ancaman (threats) eksternal seperti persaingan industri dan risiko kejahatan siber (cyber crime).

"Oleh karena itu, diperlukan penguatan manajemen risiko, sistem keamanan informasi, dan pengawasan yang efektif agar bank tetap kompetitif dan menjalankan operasional sesuai prinsip GCG," tambahnya.

Dari sisi Weaknesses, lanjutnya, transformasi digital masih perlu dioptimalkan agar Bank Jateng mampu memberikan layanan yang lebih efisien, aman, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.

"Oleh karena itu, saya akan mendorong Direksi untuk mempercepat digitalisasi proses bisnis dan peningkatan kompetensi SDM di bidang teknologi," kata Adnas menegaskan komitmen perbaikannya.

Sementara dari sisi Threats, Bank Jateng menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri perbankan, meningkatnya risiko keamanan cyber, serta perubahan regulasi dan kondisi ekonomi yang dinamis.

"Oleh karena itu, diperlukan penguatan manajemen risiko, sistem keamanan informasi, dan pengawasan yang efektif agar bank tetap kompetitif dan menjalankan operasional sesuai prinsip Good Corporate Governance," katanya.

Menghadapi periode kinerja tahun 2026, Adnas menekankan target yang dibebankan kepada jajaran direksi tidak hanya berfokus pada angka profitabilitas atau pertumbuhan laba, melainkan kualitas dari pertumbuhan itu sendiri dengan target yang ditetapkan harus realistis, terukur, dan selaras dengan Rencana Bisnis Bank (RBB).

Menurutnya target kinerja tersebut mencakup pertumbuhan aset, kredit, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan tetap menjaga kualitas kredit yang tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang terkendali.

"Direksi juga ditargetkan untuk mempercepat transformasi digital, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat implementasi GCG dan manajemen risiko. Dengan demikian, kinerja 2026 tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kualitas pertumbuhan dan keberlanjutan bank dalam jangka panjang," katanya.

Secara terpisah, jajaran direksi dan manajemen Bank Jateng menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Adnas sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI).

Manajemen berharap, di bawah kepengawasan jajaran komisaris yang baru, Bank Jateng dapat semakin kokoh, transparan, serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Jawa Tengah.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026