
Mentan lapor Prabowo cadangan beras nasional cukup hingga 10 bulan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa cadangan beras nasional dalam kondisi aman dan diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga sekitar 10 bulan ke depan.
Amran, usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, menyampaikan stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton. Selain itu, terdapat potensi produksi dari padi yang masih bertumbuh (standing crop) diperkirakan mencapai 10-11 juta ton.
Menurut dia, ketersediaan beras yang berada di rumah tangga, hotel, dan restoran juga diperkirakan mencapai sekitar 12,5 juta ton.
"Artinya dengan cadangan ini, tiga-tiganya itu bisa 10-11 bulan ke depan. Kalau anggaplah yang terendah adalah 10 bulan ke depan, artinya sampai dengan April, Juli sampai April itu 10 bulan ke depan, Itu cukup, sedangkan bulan Maret itu sudah panen puncak," kata Amran yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional itu.
Dia menambahkan kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino Godzilla.
Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga produksi pangan, antara lain pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, serta program cetak sawah baru.
Melalui optimalisasi lahan, kata Mentan, lahan rawa yang sebelumnya hanya dapat dipanen satu kali diupayakan dapat menghasilkan panen hingga dua sampai tiga kali dalam satu tahun.
"Insya Allah itu bisa kita mitigasi risikonya. Kita sudah membangun embung, kemudian irigasi pompa, kemudian sumur dalam, kemudian pompanisasi, opla atau optimalisasi lahan, yaitu lahan rawa yang biasanya panen satu kali jadi dua kali dan tiga kali. Kemudian cetak sawah kita lanjutkan. Ini semua bisa memitigasi risiko. Sekali lagi, Insya Allah untuk pangan aman," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mentan lapor Prabowo cadangan beras nasional cukup hingga 10 bulan
Pewarta : Fathur Rochman
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
