
Pemkab Kulon Progo gencarkan edukasi pencegahan HIV/AIDS

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengintensifkan program pencegahan penularan HIV/AIDS melalui penguatan edukasi lintas sektor yang menyasar kelompok remaja di lingkungan sekolah.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif melalui penyuluhan dan Focus Group Discussion (FGD) di SMP Negeri 1 Lendah, Kamis (18/6), yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, serta Yayasan Victory Plus.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kulon Progo Rina Nuryati di Kulon Progo, Kamis, mengungkapkan hingga saat ini tercatat akumulasi 513 kasus HIV/AIDS di Kulon Progo, khusus periode Januari hingga Maret 2026, ditemukan 11 kasus baru dengan satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Dinkes bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) menerapkan strategi komprehensif dari hulu ke hilir. Upaya tersebut mencakup program promotif-preventif, skrining berkala pada kelompok berisiko, hingga tata laksana terapi di fasilitas kesehatan bagi warga yang telah terdeteksi.
"Untuk kasus remaja secara keseluruhan berjumlah 14 kasus. Kami prihatin karena kasus pada remaja ini merupakan temuan baru yang dipicu oleh perilaku berisiko, yakni penularan seksual," kata Rina.
Baca juga: Kota Yogyakarta berkomitmen mewujudkan "zero" HIV/AIDS 2030
Baca juga: Asa inklusi bagi ODHIV dan transpuan di Kota Yogyakarta
Wakil Bupati Kulon Progo yang juga Ketua KPA Kulon Progo Ambar Purwoko menegaskan bahwa temuan kasus pada remaja merupakan alarm keras yang memerlukan penanganan lintas dimensi, mulai dari aspek pendidikan, sosial, hingga peran keluarga.
"Kasus ini tidak bisa dipandang hanya sebagai persoalan kesehatan. Karena itu, penyelesaiannya memerlukan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif. Institusi pendidikan dan keluarga harus menjadi benteng utama dalam memberikan informasi yang benar kepada remaja," kata Ambar.
Ia menekankan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), sekaligus mendorong pelibatan siswa sebagai agen perubahan dalam kampanye pencegahan.
Kepala SMP Negeri 1 Lendah Suparjiman, menyambut positif upaya intervensi pemerintah tersebut. Pihaknya menyatakan berkomitmen memperkuat langkah preventif melalui konseling rutin bagi siswa, baik secara klasikal maupun pendekatan individual.
"Remaja adalah tokoh utama di masa depan yang harus dibentengi dari hal-hal negatif. Kami terus melakukan pendampingan kepada siswa agar mereka tetap berada di jalur yang sehat," kata Suparjiman.
Pemkab Kulon Progo berharap sinergi antara pemerintah, sektor pendidikan, yayasan peduli HIV, serta keluarga dapat memutus mata rantai penularan HIV sedini mungkin demi mewujudkan generasi muda yang sehat dan bebas dari HIV/AIDS.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
