Logo Header Antaranews Jogja

Demam tanpa penyebab jelas bisa jadi tanda ISK pada anak, kata dokter

Jumat, 19 Juni 2026 17:36 WIB
Image Print
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi Rumah Sakit Pondok Indah dr. Henny Adriani Puspitasari, Sp.A., Subsp.Nefro dalam diskusi kesehatan ginjal di Jakarta, Jumat (19/6/2026). (ANTARA/Farika Nur Khotimah)

Jakarta (ANTARA) - Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi lulusan FKUI dr. Henny Adriani Puspitasari, Sp.A., Subsp.Nefro mengingatkan orang tua untuk tidak mengabaikan demam tinggi pada anak yang muncul tanpa disertai gejala penyakit lain karena bisa jadi tanda infeksi saluran kemih (ISK).

"Pada bayi di bawah 24 bulan, gejala yang paling sering muncul adalah demam tanpa sumber yang jelas," kata Henny dalam diskusi kesehatan ginjal di Jakarta, Jumat.

Menurut dokter yang terhimpun dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu, banyak orang tua mengira demam pada anak selalu berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan atau gangguan pencernaan. Padahal, infeksi saluran kemih juga dapat menyebabkan demam tinggi meski tanpa keluhan batuk, pilek, muntah, maupun diare.

Ia menjelaskan anak yang mengalami ISK dapat mengalami demam hingga mencapai 38,5 derajat Celsius bahkan 40 derajat Celsius tanpa penyebab yang langsung terlihat.

"Kita punya anak datang demam, tidak ada batuk, tidak ada pilek, tidak ada diare, tidak ada muntah, tiba-tiba demam. Hati-hati, mungkin itu adalah infeksi saluran kemih," ujarnya.

Selain demam, gejala lain yang kerap ditemukan pada bayi dan balita adalah gagal tumbuh atau berat badan yang tidak mengalami kenaikan sesuai usianya.

Dokter yang berdinas di Rumah Sakit Pondok Indah tersebut mengatakan gejala ISK pada kelompok usia neonatus atau bayi di bawah satu bulan sering kali lebih sulit dikenali.

Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah bayi yang mengalami kuning berkepanjangan atau mengalami infeksi berat tanpa penyebab yang jelas.

Sementara pada anak usia di atas dua tahun, gejala biasanya lebih mudah dikenali karena anak sudah dapat menyampaikan keluhannya.

"Biasanya diawali dengan sakit perut, kemudian pipisnya sakit, anyang-anyangan. Yang pipisnya tadinya bagus tiap tiga sampai empat jam, tiba-tiba dalam satu jam pipis empat kali," katanya.

Selain frekuensi buang air kecil yang meningkat, orang tua juga perlu memperhatikan perubahan warna dan bau urine. Urine yang tampak keruh atau berbau lebih menyengat dapat menjadi salah satu tanda infeksi.

Jika infeksi sudah lebih berat, anak dapat mengalami demam disertai nyeri punggung bawah, muntah, atau diare.

Henny menambahkan infeksi saluran kemih merupakan salah satu kondisi yang paling sering ditemukan pada kasus gangguan ginjal anak sehingga deteksi dan penanganan dini penting dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Demam tanpa penyebab jelas bisa jadi tanda ISK pada anak



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026