Logo Header Antaranews Jogja

BRI Regional Yogyakarta salurkan KUR Rp10,3 triliun hingga Mei 2026

Jumat, 19 Juni 2026 18:47 WIB
Image Print
Pimpinan BRI Regional Office Yogyakarta bersama perwakilan media berfoto saat Media Gathering di Yogyakarta. Jumat (19/6/2026) (ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional Office Yogyakarta mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp10,3 triliun pada periode Januari hingga Mei 2026 kepada sebanyak 250.299 debitur.

"Penyaluran KUR ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar semakin produktif dan berkembang," kata CEO BRI Regional Office Yogyakarta Kusdinar Wiraputra dalam acara Media Gathering di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, penyaluran KUR di wilayah kerja BRI Regional Office Yogyakarta pada 2026 hingga Mei tersebut secara penyebaran wilayah terbanyak di Area Solo, diikuti Banyumas dan Kedu.

Sedangkan secara komposisi didominasi sektor perdagangan dengan porsi sebesar 65 persen, sektor pertanian sebesar 21,36 persen, dan sektor jasa usaha lainnya sebesar 13,64 persen.

"Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan yang disalurkan BRI telah diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian," katanya.

Menurut dia, dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usaha, membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Selain itu, kata dia, KUR menjadi komitmen BRI yang sejalan dengan Astacita pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan.

"Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan," katanya.

Dia mengatakan dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi mencakup pemberdayaan dan pendampingan usaha dan edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Hal ini sejalan dengan visi BRI untuk menjadi mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi unggulan.

"Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, BRI Regional Office Yogyakarta optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal," katanya.

Ke depannya, pihaknya akan terus mendorong penyaluran KUR dengan fokus pada sektor produktif, sehingga pembiayaan yang diberikan dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha masyarakat.

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya.

"Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan daring sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026