
MPR dorong kolaborasi multipihak tingkatkan literasi nasional

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat peningkatan literasi nasional.
Menurut dia, upaya tersebut diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan literasi, mulai dari rendahnya akses terhadap bahan bacaan bermutu hingga belum optimalnya pengembangan budaya baca di daerah.
"Program peningkatan literasi masyarakat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Upaya pemerintah pusat harus didukung oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Sinergi antara parapihak terkait harus diperkuat dengan aksi nyata," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Lestari menilai pemerintah daerah memegang peran penting karena pembangunan kecakapan literasi dan pengembangan budaya baca berlangsung langsung di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, peningkatan kapasitas daerah perlu menjadi fokus agar berbagai program literasi dapat berjalan berkelanjutan.
Data Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menunjukkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) nasional pada Maret 2026 berada di angka 40,6 atau masih dalam kategori rendah pada skala 30-49,9. Sementara Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) nasional tercatat sebesar 54,80 atau masuk kategori sedang.
Baca juga: Kemensos undang pegiat literasi-aktivis "open house" Sekolah Rakyat
Baca juga: Menkomdigi ajak generasi muda tingkatkan kewaspadaan kejahatan digital
Kepala Perpusnas E. Aminudin sebelumnya menyatakan pemerintah daerah merupakan ujung tombak dalam peningkatan literasi masyarakat. Menurut dia, pembangunan budaya baca pada dasarnya berlangsung di daerah melalui berbagai layanan dan program yang dekat dengan warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Lestari yang akrab disapa Rerie menilai persoalan literasi di Indonesia tidak semata-mata disebabkan rendahnya minat baca, melainkan juga belum kuatnya ekosistem pendukung.
"Persoalan utama literasi di Indonesia bukan semata ketiadaan minat baca. Dukungan masif dalam membangun ekosistem baca yang baik sejak dini sangat dibutuhkan," ujarnya.
Anggota Komisi X DPR RI itu juga menyoroti pentingnya memperluas ketersediaan dan keterjangkauan bahan bacaan bermutu, termasuk dengan memperkuat fungsi perpustakaan hingga menjangkau wilayah desa.
Rerie berharap perpustakaan dapat berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.
Di sisi lain, dinas pendidikan juga didorong mengintegrasikan pengembangan literasi dalam kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler di sekolah.
"Saat ini, momentum untuk bergerak. Bangsa ini butuh generasi yang cerdas dan berkarakter, dan itu dimulai dari kemampuan literasi," kata Rerie.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: MPR dorong kolaborasi multipihak tingkatkan literasi nasional
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
