Logo Header Antaranews Jogja

CKG di Pesantren An-Nur bantu santri deteksi dini kondisi kesehatan

Sabtu, 20 Juni 2026 09:13 WIB
Image Print
Tenaga kesehatan mengambil sampel darah santri dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan Puskesmas Sewon I di Pondok Pesantren An Nur, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (19/6/2026). ANTARA/Rahid Putra Laksana.

Yogyakarta (ANTARA) - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Puskesmas Sewon 1 di Pondok Pesantren An-Nur Ngrukem, Kabupaten Bantul, Jumat membantu para santri lebih mengenali kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan dan deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit.

Penyuluh Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sewon 1 Septi Ayu Purnasari mengatakan pelaksanaan CKG di lingkungan pesantren ini dilakukan dengan metode jemput bola karena dinilai lebih efektif dan efisien, mengingat para santri menjalani aktivitas di lingkungan pondok selama 24 jam.

"Dalam implementasi integrasi layanan primer, puskesmas memberikan pelayanan berbasis siklus hidup. Mengingat santri-santriwati berada di pondok pesantren 24 jam, CKG dengan metode jemput bola dinilai lebih efektif efisien. Terlebih untuk ponpes dengan jumlah santri yang besar seperti PP An Nur Ngrukem," ujarnya.

Sebanyak 255 santri mengikuti pemeriksaan yang meliputi deteksi dini penyakit menular dan tidak menular melalui kuesioner, pengukuran antropometri berupa berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut, pengukuran tekanan darah, cek gula darah sewaktu, hingga konsultasi dokter.

Septi mengatakan para santri menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Selain memberikan akses pemeriksaan kesehatan, kegiatan itu juga menjadi upaya meningkatkan kesadaran remaja untuk memantau kondisi kesehatan secara berkala

Salah satu santri Pesantren An-Nur, Nasruddin Alfi mengaku program CKG memberikan manfaat karena membantu para santri mengetahui kondisi kesehatannya yang selama ini jarang diperiksa.

"Kesannya sangat membantu sih, kan jarang santri-santri mendapatkan fasilitas seperti ini. Terus bisa lebih tahu terkait kondisi tubuhnya. Yang tadinya nggak tahu gula darahnya atau tensinya, jadi mereka bisa lebih tahu kondisi tubuhnya," ujarnya.

Septi mengatakan peningkatan kesadaran kesehatan pada remaja masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya tren gaya hidup yang kurang mendukung pola hidup sehat, termasuk konsumsi makanan dan minuman tinggi gula maupun garam.

Selain itu, keterbatasan waktu juga menjadi kendala bagi remaja untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Pada 2026, Puskesmas Sewon 1 ditargetkan memberikan layanan CKG kepada sekitar 22 ribu penduduk atau 46 persen dari total 47.472 penduduk di wilayah kerjanya. Hingga pekan ketiga Juni 2026, tercatat sebanyak 6.100 orang telah mengikuti program tersebut.

Selain Pondok Pesantren An-Nur, program CKG juga telah menyasar pondok pesantren lain seperti Nurul Iman dan Sorogenen. Puskesmas Sewon 1 juga terus mengoptimalkan strategi jemput bola dan menggandeng berbagai pihak untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan kepada masyarakat.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026