Logo Header Antaranews Jogja

Pengembangan inovasi konseling berbasis AI dan VR untuk cegah cyberbullying

Sabtu, 20 Juni 2026 16:28 WIB
Image Print
Kolaborasi pengembangan inovasi konseling berbasis AI dan VR untuk cegah cyberbullyng (ANTARA/HO-Humas UMBY)

Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) mengembangkan inovasi konseling inovasi berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan Virtual Reality (VR) untuk mencegah cyberbullying.

"Langkah konkret ini dibahas secara mendalam dalam kunjungan akademik dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi UMBY ke kampus UKM di Malaysia," kata dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi UMBY Putri Taqwa Prasetyaningrum dalam keterangan di Yogyakarta.

Menurut dia, sinergi lintas negara ini telah menghasilkan luaran akademik yang membanggakan, baik di bidang penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat, dengan mengintegrasikan teknologi digital, gamifikasi, Virtual Reality, dan konseling.

Di bidang penelitian, kolaborasi tim sukses menembus jurnal internasional bereputasi Q3 Scopus, Journal of Engineering Science and Technology (JESTEC) pada 2026.

"Penelitian bertajuk "Impact of Lean UX-Driven Gamification on the Usability and Emotional Engagement of Virtual Reality Therapy Systems for Educational Counseling" ini mengkaji efektivitas sistem terapi VR yang dibalut dengan pendekatan Lean User Experience (Lean UX)," katanya.

Dia mengatakan, sistem VR berbasis gamifikasi ini terbukti mampu meningkatkan kepuasan pengguna dan keterlibatan emosional siswa.

"Tingkat penyelesaian tugas pada sistem yang dilengkapi gamifikasi mencapai 92 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan sistem tanpa gamifikasi yang hanya 75 persen. Ini membuktikan teknologi imersif yang berpusat pada pengguna berdampak nyata dalam layanan konseling," katanya.

Selain penelitian, kolaborasi juga menyasar peningkatan kapasitas pendidik melalui pengabdian masyarakat. Artikel inovasi mereka yang berfokus pada pelatihan AI bagi guru untuk pencegahan cyberbullying telah diterima di JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) yang terakreditasi Sinta 3.

Pengembangan AI dalam proyek ini diarahkan sebagai sistem pendukung untuk mengenali indikasi awal perundungan di ruang digital menggunakan teknik natural language processing (NLP).

Inovasi AI dirancang menjadi solusi konkret melalui tiga fungsi utama, pertama identifikasi awal mendeteksi pola bahasa berisiko seperti hinaan, ancaman, atau pelecehan dalam interaksi digital siswa. Kedua, penentuan prioritas yang menampilkan tingkat risiko pada dashboard khusus agar guru/konselor dapat segera menangani kasus yang mendesak.

Dan ketiga, sebagai dasar evaluasi, melalui hasil analisis data menjadi landasan untuk merancang edukasi dan pendampingan yang lebih terarah.

Kendati canggih, Putri menegaskan bahwa AI tidak diciptakan untuk menggantikan peran manusia, namun ditempatkan sebagai sistem pendukung keputusan dan peringatan dini yang menyaring informasi lebih cepat.

"Namun pendidik dan konselor tetap memiliki peran utama untuk memverifikasi, memahami konteks psikologis siswa, serta menentukan respons yang tepat," katanya.



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026