
Wali Kota: Budi daya ikan saluran irigasi dukung konservasi lingkungan

Yogyakarta (ANTARA) - Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyebut pemanfaatan saluran irigasi untuk budi daya ikan oleh masyarakat Karangmiri, Giwangan menjadi upaya dalam mendukung konservasi lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.
"Saluran irigasi yang bersih tidak hanya berfungsi mengalirkan air, tetapi juga dapat mendukung konservasi lingkungan, ketahanan pangan, serta memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat," kata Hasto usai memanen ikan di saluran irigasi Karangmiri Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia, kegiatan tersebut di samping menjaga saluran air tetap bersih, juga menjaga kelancaran aliran air, mengurangi risiko genangan, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya air yang menjadi kebutuhan bersama.
"Kegiatan masyarakat ini bisa menjadi contoh bahwa ruang-ruang di sekitar dapat dimanfaatkan secara produktif melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama," katanya.
Wali Kota berharap pengelolaan lingkungan dan sampah di Karangmiri Giwangan bisa direplikasi di tempat lain dan menjadi bagian untuk contoh sebagai best practice yang nanti bisa direplikasi, ditiru di tempat-tempat, kampung lain.
"Dan jangan lupa ini adalah bagian dari konservasi air, karena dengan air itu tidak dibiarkan langsung lari ke sungai, langsung ke laut, maka airnya dimanfaatkan oleh warga," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, panen ikan adalah wujud kolaborasi dalam menjaga kebersihan saluran irigasi, mengembangkan budi daya dengan memanfaatkan sisa-sisa makanan untuk pakan sehingga terwujud lingkungan bersih dan produktif.
"Tidak hanya sekadar olah sampah, tetapi sampai ke hilirnya lagi, multiplier effectnya, dan ekonomi sirkularnya jalan. Karena dari sisa makanan rumah tangga dikumpulkan oleh dasawisma," katanya.
Bahkan, kata dia, masing-masing dasawisma punya kapling kolam, kemudian dipakai untuk pelihara ikan dan dipanen secara reguler bisa menghasilkan pendapatan warga.
Hasto mengatakan, Pemkot Yogyakarta juga akan terus memperkuat berbagai program pengolahan sampah, termasuk program emberisasi untuk pengumpulan sampah organik sisa-sisa makanan.
"Kalau saat ini dirasa embernya kurang jangan segan-segan lapor ke kami embernya kurang berapa. Ini nanti kita akan tindak lanjuti," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
